HEADLINE

Panwaslu Belu: Camat Raihat Mengaku Keluarkan Nota Dinas. Camat Disimpulkan Langgar UU ASN

ATAMBUA, Kilastimor.com-Camat Raihat, Mikael Kali Leon akhirnya mengaku kalau telah mengeluar nota dinas untuk Kepala Desa Tohe Leten, agar mempersiapkan pertemuan Paket NKRI, termasuk membagikan uang kepada tim paket NKRI.

Andre Parera

Andre Parera

“Camat Raihat, Mikael Kali Leon mengaku kalau telah membuat dan mengeluarkan nota dinas untuk Kepala Desa Tohe Leten. Dia mengaku nota itu dia yang tulis, bukan nota palsu,” ucap Ketua Panwaslu Belu, Andre Parera kepada media usai menyerahkan rekomendasi kasus Camat Raihat kepada Pemkab Belu, Sabtu (5/9/2015) kemarin.

Dia menuturkan, rekomendasi tersebut diserahkan langsung ke Sekda Belu, Petrus Bere mewakili Penjabat Bupati Belu. Berdasarkan rincian kajian terkait kasus itu ditemukan bukti dari saksi dan dari Panwas ditemukan dugaan pelangaaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Oleh karena itu kami merekomendasikan ke Pemkab untuk berikan sanksi dan menindaklanjuti sesuai temuan kami sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar dia.

Jelas Parera, sesuai dengan ketentuan kami hanya punya waktu 5 hari dan pihak-pihak terkait seperti tim sukses serta Kepala Desa telah kita undang guna berikan keterangan. Memang tidak semuanya ditelusuri dari hal substansi terhadap kasus Camat Raihat, tapi benar dari pengakuannya nota dinas itu dikeluarkan olehnya.

“Sementara itu NKRI yang dimaksud dalam nota dinas adalah salah satu paket, yang bertarung di Pilkada Belu saat ini. Dari keterangan ini kami simpulkan Camat Raihat lakukan pelanggaran,” sebut dia.

Sebelumnya, Sekda Belu, Petrus Bere mengemukakan terkait kasus nota dinas Camat Raihat dan Kades Tohe Leste telah dipanggil menghadap guna memberikan keterangan. “Semuanya ada mekanisme dan kita akan proses sesuai prosedur yang berlaku,” kata Bere. (yan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top