Pemkab Malaka Diminta Tertibkan AKDP Nakal

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Perhubungan diminta untuk segera melakukan penertiban terhadap bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Betun-Kupang, karena dinilai beroperasi diluar aturan yang berlaku. Ijin trayek yang dikeluarkan untuk mengangkut penumpang, tetapi pada kenyataannya bus yang datang dari Kupang lebih mengutamakan mengangkut barang-barang jualan di toko, ketimbang mengangkut penumpang. Pemerintah harus bertindak tegas termasuk memberikan peringatan keras kepada pemilik armada. Kalau masih nakal, izin trayeknya segera dicabut karena hanya merugikan masyarakat dan bekerja diluar ketentuan dan izin. Penegasan itu disampaikan Tokoh masyarakat Malaka, Emanuel Seran kepada wartawan di Betun hari ini.

Dishub

Dishub

“Kita minta supaya pemerintah segera mengambil langkah cepat dan memberikan teguran keras terhadap pemilik Bus Prima jurusan Besikama-Betun-Kupang PP, karena delapan buah bus penumpang yang dimilikinya bekerja diluar aturan dan ketentuan peruntukan izin yang diminta. Saya sudah menghimpun banyak informasi dan saya juga alami sendiri ternyata selama 10 tahun terakhir bus Prima asal Malaka, ketika berangkat dari Kupang ke Malaka selalu mengangkut barang-barang toko miliknya hingga 1 ton lebih seperti beras, minyak goreng dan terigu,” paparnya.

“Ini mobil penumpang dan bukan mobil barang sehingga tolong diingatkan supaya bisa melayani penumpang dan bukannya memuat muatan pribadinya. Kalau setiap kali datang bus itu muat beras dan terigu hingga satu ton dalam mobil tentu sangat tidak nyaman bagi penumpang. Kita juga sangat kecewa dengan pemilik bus prima karena menolak mahasiswa KKN yang mau menggunakan jasa mobil itu, untuk datang KKN di Malaka,” tambahnya.

“Ini namanya pengusaha nakal dan tidak tau aturan. Kalau mau muat barang silahkan alih fungsikan bus itu untuk mobil barang dengan mengubah izinnya. Kalau muatan barang pribadinya pemilik bus hingga satu ton lebih setiap kali dari Kupang bukan hanya merugikan penumpang tetapi juga kenyamanan dan keselamatan penumpang sangat terancam,” tegasnya. (oni)

Komentar