HEADLINE

Kuota Tunsus Guru NTT Sebanyak 6.163 Penerima. Terbesar Kedua di Indonesia Setelah Papua. Tunsus di Belu Tidak Berkurang

JAKARTA, Kilastimor.com-Tahun 2016, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan kuota guru penerima Tunjangan Khusus (Tunsus) untuk NTT sebanyak 6.163 orang.
Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata saat menjawab pertanyaan anggota Komisi X, DPR RI, Ferry Kase, tentang besaran kuota tunsus di NTT, dalam rapat kerja, Selasa (8/3) mengatakan, kuota tunsus untuk Provinsi NTT tidak mengalami penurunan, pasalnya daerah NTT, termasuk daerah perbatasan, terluar dan terpencil.

Ferry Kase

Ferry Kase

Disebutkan, kuota tunsus di Provinsi NTT terbesar kedua setelah Provinsi Papua. “Jadi tidak ada penurunan. Secara nasional guru penerima tunsus di NTT terbesar kedua setelah Papua,” ungkapnya.

Untuk tahun 2016 bilangnya, tunsus untuk guru di NTT, sebanyak 6.136 guru penerima, dan lebih tinggi dari tahun 2015 lalu. Kuota sebesar itu, akan diberikan kepada guru di seluruh NTT yang mengabdi di daerah perbatasan, terluar dan terpencil. “Memang ini juga masih kurang jika dihitung berdasarkan jumlah guru di daerah-daerah tersebut,” paparnya.

Terkait penetapan ungkanya, Kemendikbud membagikan kuota kepada masing-masing kabupaten, kemudian dientry data guru, untuk selanjutnya, ditetapkan Bupati dan diajukan kepada pihaknya. Itu ada dalam juklak dan juknisnya.

Dia menyebutkan, untuk usulan tunsus, pihaknya telah memberikan batas waktu hingga 11 Maret mendatang. Jika masih ada kekurangan, bisa diperbaiki. “Kita sudah infokan ke semua daerah, untuk segera usulkan. Paling lambat 11 Maret ini,” timpalnya.

Ditanyai lagi Ferry Kase, tentang kuota tunsus untuk Kabupaten Belu yang hanya berjumlah 86 guru, sebagaimana informasi yang tersebar ditengah masyarakat, dia mengatakan, tidak benar informasi tersebut. Sebab untuk Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste berjumlah 536 guru penerima. “Tidak benar info itu. Belu tetap dapat 536 kuota tunsus,” tuntasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi X, DPR RI, Ferry Kase mempertanyakan kuota tunsus NTT tahun 2016. Pasalnya, selain tertutup, juga tersebar informasi ada pengurangan. Kondisi ini jelas merugikan guru di NTT, yang terkategori dalam wilayah perbatasan, terluar dan tertinggal.

Lebih dari itu dia mengemukakan, informasi dari Kabupaten Belu, ternyata mengalami kekurangan luar biasa, dimana dari 500-an kuota turun menjadi 86 kuota.
Kondisi ini jelas sangat merugikan dan mengecewakan guru yang telah mengabdi, namun diabaikan haknya.

Dia meminta Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan untuk mengecek lebih lanjut atas informasi ini, agar clear dan tidak menyebabkan motivasi guru menurun. Tidak saja di Belu, seluruh tunsus di daratan Timor dan Sabu, Rote dan Sumba harus benar-benar di cek, agar sesuai dengan kuota. Lebih dari itu, harus benar-benar kepada guru yang mengabdi di perbatasan, daerah terluar dan tertinggal. “Jangan lagi ada masalah kedepan,” pungkas anggota Fraksi Hanura itu. (fed)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top