Tiga Desa di Kecamatan Io Kufeu Kesulitan Air Bersih – KILASTIMOR.com
HEADLINE

Tiga Desa di Kecamatan Io Kufeu Kesulitan Air Bersih

BETUN, Kilastimor.com-Tiga desa di wilayah Kecamatan Io Kufeu masing-masing Desa Biau, Desa Tunabesi dan Desa Tunmat mengalami kesulitan air bersih terutama pada musim kemarau seperti saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga biasanya membeli di mobil tangki air 4000 literan dengan harga Rp 200 ribu per tangki. Untuk mengatasi persoalan itu pemerintah bisa mengintervensi melalui program tangkinisasi yang dicanangkan pemerintah daerah Kabupaten Malaka.

Ilustrasi air bersih

Ilustrasi air bersih

Tokoh Masyarakat Io Kufeu, Daniel Asa kepada wartawan di Tunabesi-Kecamatan Io Kufeu, Minggu (10/7) mengemukakan, tiga desa ditersebut setiap tahun menjadi langganan tetap kesulitan air bersih. Pasalnya, pemukiman penduduk berada diatas gunung sementara airnya berada dibawah pemukiman. Kalau mau atasi kekurangan air bersih di desa itu maka langkah cepat yang harus dilakukan adalah melalui program tangkinisasi yang dicanangkan pemerintah daerah Kabupaten Malaka, sambil mencari cari lain untuk mengatasi persoalan air di ketiga desa itu secara permanen.

Camat IO Kufeu, Wendelinus Un secara terpisah kepada wartawan di Io Kufeu, Minggu (10/7) membenarkan hal itu. Untuk mengatasi kesulitan air bersih di tiga desa, Biau, Tunabesi dan Tunmat pemerintah Daerah Kabupaten Malaka sudah menganggarkan dana sebesar Rp 400 juta melalui APBD II Malaka tahun 2016 untuk mengalirkan air dari sumber mata air Biau guna melayani kebutuhan tiga desa diatas.

Secara teknis rencana detailnya masih dihitung di dinas PU Malaka. Diharapkan Dinas PU Malaka segera melakukan perhitungan teknis terkait pemanfaatan dana itu sehingga bila ada kekurangan kita bisa berkonsultasi dengan pemda Malaka sehingga bisa memanfaatkan ADD tiga desa guna mendukung terealisasinya program diatas.

“Kita sudah koordinasikan dengan dinas PU dan mereka masih menghitung apakan untuk memompa air ke penampung menggunakan listrik dari PLN atau tenaga surya. Kalau dari PLN maka hanya 100 meter dari sumber mata air yang mau ditarik. Kesulitannya, belum ada kabel hitam yang dipasang PLN melintasi daerah itu. Kalau konsep itu yang digunakan berarti Kabel hitam harus ditarik sepanjang 1 km dari wilayah perkampungan terdekat. Kalau menggunakan listrik tenaga surya maka PU masih menghitung berapa panel yang dibutuhkan untuk menaikkan air ke bak penampung (bak umum) yang direncanakan akan ditempatkan di Kotafoun yang berada di Ketinggian sehingga hanya melalui gravitasi air itu bisa dialirkan untuk memenuhi kebutuhan warga tiga desa di Io Kufeu.

Menurut Camat Wendelinus, ketersediaan air bersih bagi 4 desa di Bani-Bani bawah seperti desa Kufeu, Ikantuanbes, Bani-Bani dan desa Fatoin relatif mudah karena letak air berada diatas dan perkampungan penduduk berada dibawah lokasi mata air sehingga untuk menarik air ke perkampungan relatif mudah dengan menggunakan grafitasi.

Selama ini empat desa dibawah sudah menikmati air bersih yang diintervensi perpipaan melalui program PNPM dan hanya pada beberapa titik yang perlu mendapat perhatian kedepan. (boni)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top