Longsor, Ini Penampakan Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL di Asulait, Belu, yang Terputus Total

ATAMBUA, Kilastimor.com-Jalan sabuk merah perbatasan Indonesia-Timor Leste di Dusun Asulait, Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu putus total, setelah longsor yang terjadi pada Jumat malam (27/1/2017).

Ini penampakan Jalan Sabuk Merah di Perbatasan Asulait.

Ini penampakan Jalan Sabuk Merah di Perbatasan Asulait.

Putusnya ruas jalan sabuk merah perbatasan yang menghubungkan Dusun Asulait, Desa Sarabau dengan Dusun Oeleu, Desa Bauho mengakibatkan akses masyarakat yang ingin bepergian di dua dusun tersebut lumpuh total.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Sarabau, Belmindo Roberto Rinmalae ketika dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (28/1/2017) malam.

Menurut Belmindo, putusnya ruas jalan sabuk merah perbatasan diakibatkan hujan deras yang turun sejak dalam sepekan terakhir. Selain itu juga kondisi tanah disekitar lokasi jalan putus ikut menurun dikarenakan pergerakan tanah.

“Saya barusan telepon ke Asulait betul jalan yang putus itu terletak di Dusun Asulait. Hanya ada satu rumah tapi jaraknya sekitar puluhan meter sehingga tidak terkena dampak bencana alam itu,” ujar dia.

Akibat jalan putus itu jelas Belmindo, menyebabkan longsor pada tebing bahu jalan raya, sehingga aspal jalan raya terbelah dan tanah disekitar lokasi itu pun menurun ke bawah seperti pergerakan tanah.

Ditambahkan, proyek pengerjaan jalan sabuk merah perbatasan yang menghubungkan Desa Sadi dengan Wedomu dikerjakan oleh pelaksana PT Nindya Karya pada tahun 2016 lalu. “Saya sudah sampaikan ke Camat Tastim, hari senin baru masukan laporannya. Besok saya turun lokasi jalan putus untuk melihat langsung,” pungkas Belmindo. (yan)

Komentar