HEADLINE

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Paul Liyanto: Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Final

KUPANG, Kilastimor.com-Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR) RI terus melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya dilakukan anggota MPR RI, Abraham Paul Liyanto.
Abraham Paul Liyanto yang kerap disapa Paul Liyanto menggelar sosialisasi Empat Pilar di Aula Kantor DPD RI Provinsi NTT, Selasa (11/4) lalu.
Peserta sosialisasi antara lain, pengurus PGRI Kota Kupang, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, serta para guru yang tergabung didalam wadah PGRI Kota Kupang, sebanyak 150 orang. Sosialisasi anggota MPR RI itu, dibuka oleh Wakil Ketua PGRI Kota Kupang, Adriana Dethan, sekaligus sebagai moderator.

Abraham Paul Liyanto ketika menyampaikan sosialisasi.

Abraham Paul Liyanto ketika menyampaikan sosialisasi.

Paul Liyanto dalam materinya mengemukakan, memasuki era reformasi maka TAP MPR RI No. 2 dicabut, sehingga tugas melaksanakan kegiatan sosialisasi MPR RI ini baru dimulai kembali setelah mengevaluasi bahwa bangsa ini harus disosialisasikan tentang Ideologi negara Pancasila, serta berkehidupan dan kebangsaan yang baik dan benar melalui 4-Pilar MPR RI.

Saat ini, sosialisasi dilaksanakan secara meluas dan menyeluruh oleh MPR RI, dengan suatu target bahwa suatu ketika materi ini akan dimasukan kedalam kurikulum pelajaran di sekolah secara berjenjang.

Dikemukakan, metode penyampaian sosialisasi 4 Pilar MPR RI, selama ini sudah dilakukan dengan menganut 4 metode yaitu: a). Sosialisasi, b) FGD (Focus Group Discussion), c). Lomba cerdas-cermat, dan d). Out bond. Saran untuk melaksanakan sosialisasi 4-Pilar MPR RI dengan menggunakan metode lomba cerdas-cermat sudah dilaksanakan selama ini, hanya frequensinya akan ditingkatkan diwaktu yang akan datang.

Masih menurutnya, ideologi Pancasila yang dianut Bangsa Indonesia merupakan hal yang final dan tidak bisa diutak atik lagi. Ideologi Pacasila terbukti telah mempersatukan anak bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “Ideologi Pancasila sudah final, dan terbukti semua anak bangsa yang begitu heterogen mampu dipersatukan,” katanya.
Kebhinekaan bangsa Indonesia, sangat luar biasa dan menjadi kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Oleh sebab itu, Pancasila sebagai landasan utama bangsa, patut dan wajib dipertahankan.

Abraham Paul Liyanto pose bersama peserta sosialisasi.

Abraham Paul Liyanto pose bersama peserta sosialisasi.

Paul Liyanto ketika menanggapi pertanyaan peserta terkait politisasi agama dalam pilkada. Mengatakan, politisasi agama harus dihindarkan karena menyimpang dari aturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Politisasi agama yang sangat kentara saat ini adalah pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta, sedangkan pada kegiatan pilkada di daerah lainnya tidak terjadi.

Hal ini sebenarnya disebabkan karena kelompok radikal dan intoleran ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan Piagam Jakarta. Jelas ini bertentangan dengan kehendak para “Founding Father”, yang sudah bersusah payah untuk membentuk negara Indonesia berdasarkan Pancasila.
Karena itu, dia mengajak semua lapisan masyarakat, untuk tetap memegang teguh ideology Pancasila sebagai dasar NKRI. (fed)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top