Hilang Kendali, Yosua dan Eman Tewas di Depan Kantor Lurah Beirafu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) terjadi di depan Kantor Lurah Beirafu, Kecamatan Atambua Barat pada, Sabtu (27/5) malam sekitar pukul 19.30 Wita. Kecelakaan yang disebabkan karena kelalaian pengendara itu menelan dua korban jiwa.

Korban lakalantas di depan kantor Lurah Beirafu.

Korban lakalantas di depan kantor Lurah Beirafu.

Nasib naas itu menimpa Warga Kota Atambua Yosua Emanuel Naiheli dan Emanuel Hale. Informasi yang dihimpun di Mapolres Belu, Minggu (28/5) siang menyebutkan, Yosua Emanuel Naihele mengemudikan sebuah unit sepeda motor Kawasaki Traker. Yosua mengemudi dengan memboncengi Emanuel bergerak dari arah jalan Weaituan Kelurahan Manuaman menuju Toko Kreatif sekitar pertigaan jalan Tini menuju Pasar Baru Atambua.

Motor tanpa nomor polisi itu dikemudi Yosua dengan kecepatan tinggi. Sesampai di depan Kantor Lurah Beirafu, Yosua mulai hilang kendali sehingga keluar kendali, tapatnya sebelah kiri jalan. Motor yang sudah hilang kendali menabrak pohon, persis dekat gebang masuk Kantor Lurah Beirafu.

Akibat lakalantas tersebut, Yosua mengalami pendarahan pada dua telinga dan hidung. Selain itu ada luka robek di atas alis mata kiri, luka robek kepala atas, jaringan otak keluar, luka lecet pada siku tangan kanan dan dada kanan.

Sedangkan Emanuel yang dibonceng mengalami luka robek kepala, jaringan otak keluar, dan pendarahan pada hidung. Selain itu, ada luka lecet lutut kaki bagian kiri dan kanan. Saat itu juga, kedua korban langsung meninggal di tempat kejadian.

Anggota Satlantas Polres Belu yang mendapat informasi langsung menuju ke tempat kejadian dan tiba di lokasi kejadian setelah beberapa menit kemudian. Mereka langsung mengevakuasi jenasah korban setelah melakukan penyelidikan lokasi dan mengidentifikasi kondisi korban.

Kasat Lantas Polres Belu, Iptu I Made Juni Artawan ketika dikonfirmasi, Minggu (28/5) siang membenarkan lakalantas tersebut. “Itu lakalantas tunggal. Personil kita sudah lakukan penyelidikan dan identifikasi korban. Penyebab lakalantas tersebut diduga karena kelalaian,” kata Iptu Made Juni Artawan ketika dihubungi via telpon selulernya.

Dikatakan, personil Satlantas sudah diterjunkan ke TKP dan RSUD Atambua untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti. Tujuannya untuk melengkapi administrasi penyelidikan kasus lakalantas.

Korban lakalantas di ruang jenazah RSUD Atambua.

Korban lakalantas di ruang jenazah RSUD Atambua.

Selanjutnya Iptu Made Artawan menghimbau kepada pengguna jalan dan pengendara kenderaan agar tertib berlalulintas. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan penindakan tempat-tempat umum seperti jalan dan pasar-pasar. Demikian pun, di sekolah-sekolah juga sudah dilakukan sosialisasi.

Lakalantas yang terjadi karena kurangnya kesadaran tertib berlalulintas sehingga kurang waspada saat mengenderai kenderaan di jalan. Kurangnya kesadaran ini dilihat pada pelanggaran yang ditemukan selama dilaksanakannya Operasi Patuh Turangga 2017. Dalam tempo hampir satu bulan lamanya ditemukan 91 pelanggaran lalulintas. “Kita tetap himbau agar masyarakat tetap sadar hukum dalam berlalulintas,” ujar Iptu Made Artawan. (richi anyan)

Komentar