Indonesia Didirikan dalam Keberagamaan. Ferry: Ini Perlu Dipertahankan

BETUN, Kilastimor.com-Anggota DPR/MPR RI, Ferry Kase melakukan sosialisasi empat pilar konsensus yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika bagi warga di Kabupaten Malaka, perbatasan RI-Timor Leste.

Ferry Kase ketika memberi materi sosialisasi di Malaka.

Ferry Kase ketika memberi materi sosialisasi di Malaka.

Dalam sosialisasi yang berlangsung di Desa Bone Tasea, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka pada bulan lalu hari Sabtu tanggal 15 April 2017, dihadapan puluhan warga setempat Ferry mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk atau multikutural. Meskipun berbeda asal, etnis dan agama, semunya tetap mempunyai hak yang sama sebagai warga negara Indonesia.

Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia persatuan (dalam keragaman) menjadi isu yang vital. Sebab masing-masing kultur memiliki cara pandang yang khas, berbeda sehingga rentan terjadi perbedaan. Oleh sebab itu, yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah bahwa keberagaman itu bukan sesuatu yang diinginkan tapi memang sesuatu yang diberikan/pemberian.

Ditegaskan anggota fraksi Hanura itu, rasa saling menghormati, toleransi antara satu dengan yang lain dan menerima perbedaan adalah kunci menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai NKRI. Sehingga disintegrasi bangsa, isu-isu yang berbau sara dapat segera di cegah dengan sendirinya.

“Kita hidup dalam keberagaman, apapun latar belakangan orangnya kita tetap satu bangsa Indonesia yakni bhineka tunggal ika,” ujar Ferry ketika dihubungi, Selasa (23/5) malam.

Dia berharap, perbedaaan bukan menjadi suatu ukuran, tetapi itu merupakan satu kekuatan bangsa Indonesia. Bangsa yang besar adalah dimana warga saling menghargai satu sama lain yakni menghargai perbedaaan tersebut dan hidup bersatu dalam keberagaman NKRI. (yan)

Komentar