HEADLINE

Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan Warga Silawan Perbatasan RI-RDTL Penuh Haru

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sebelum dilaksanakan operasi gula pasir murah di lapangan Silawan, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, Ketua Tim Induk Koperasi Polisi (Inkoppol) RI, Irjen Pol. (Purn) Muji Waluyo mengajak warga setempat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Warga nyanyikan lagu Indonesia Raya dihadapan jenderal.

Warga nyanyikan lagu Indonesia Raya dihadapan jenderal.

Dibawah panasnya terik matahari, Purnawiran Polisi bintang dua itu penuh semangat mengambil alih sebagai dirigen untuk warga yang berjumlah sepuluh orang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya penuh haru disaksikan Kapolres Belu serta pejabat lainnya. Usai menyanyi masing-masing warga diberikan gula pasir 2 kilo gram sebagi bentuk terimakasih.

Pantauan media, Kamis (18/52017) kedatangan tim Inkoppol bersama rombongan disambut meriah warga Silawan yang sangat antusias dengan memenuhi tenda yang telah disipakan untuk operasi pasar gula pasir murah yang diselenggarakan Inkoppol kerja sama dengan PT Angel Production dan PT Sentra Utama Jaya.

Akrab, Irjen Pol. (Purn) Muji mendekati warga dalam tenda, berdiskusi dan memberikan pertanyaan seputar pejabat-pejabat Pemerintahan Kecamatan Tasifeto Timur diantaranya, nama Camat Tasifeto Timur, Kapolsek Tasifeto Timur. Spontan warga mengajukan tangan dan menjawab nama dengan benar, Camat Onfinus Kote dan Kapolsek Iptu Edmundus Kehi.

“Ini tandanya warga di perbatasan Silawan tahu pemimpinya. Yang benar jawab dapat hadiah gula pasirnya,” ujar Muji disambut tepuk tangan warga.

Jelas Kepala Divisi Perdagangan Inkoppol itu, maksud dari warga menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk mengetahui nasionalisme warga dan apakah menghafal lagunya atau tidak. Demikian juga nama pejabat yang ditanyakan, apakah warga mengenal dengan pemimpin di wilayahnya atau tidak.

“Masyarakat disini ada yang dekat dengan Polisi atau tidak. Jangan takut untuk dekat, karena Polisi itu pelindung, pengayon dan pelayan masyarakat,” ucap dia.

Dikatakan, masyarakat juga adalah Polisi untuk berpartisipasi juga berperan dalam menjaga suasana kamtibmas di perbatasan Belu dan Timor Leste. Itulah yang disebut Community Policing. “Terimakasih untuk warga perbatasan yang sudah nyanyikan lagu Indonesia Raya dan hadir dalam kegiatan ini. Saya bangga dan salud dengan semangat nasionalisme warga di perbatasan NKRI,” kata Muji.

Asisten II Setda Belu, Yerem Kali Taek mengatakan, kegiatan operasi pasar murah gula pasir untuk membantu warga di wilayah perbatasan, jelang hari raya idul fitri, dan juga menjaga kestabilan ketahanan pangan. Bantuan dari Pemerintah ini bukan sebatas membuat warga senang.

“Tapi ini adalah motivasi untuk kerja keras. Ketahanan masyarakat di bidang keamanan dan modal merupakan pendukung ketahanan dan kedaulatan NKRI,” ucap Taek.

Alberto salah seorang warga Silawan menuturkan, perhatian pemerintah melalui operasi pasar murah gula pasir yang dilakukan Kepolisian sangat membantu warga yang ekonomi rendah, terutama warga di garis batas negara.

“Selama ini kami hanya bicara soal keamanan dengan Pak Polisi mereka. Tapi hari ini kami sangat bersyukur karena ada pasar murah dari Polisi,” kata dia.

Kedepan diharapkan, kegiatan operasi pasar murah tidak saja menjualkan gula pasir tapi bahan sembako lainnya. Pasalnya, harga sembako menjadi kebutuhan warga, tapi harganya sangat mahal. “Kalau ada pasar murah begini baru bisa kami beli, karena hari hari lain harga sembako mahal,” ucap Alberto.

Hadir pada kegiatan operasi pasar murah gula pasir itu, Mantan Kapolda NTT Brigjen Pol. (Purn) Anton Bambang Suedi, Brigjen Pol. (Purn) Bambang Sugiharto, Tim Inkoppol Setiawan Pambudi, Arif Cahya Sudarsono , PT Angel Production, Gatot Sutoyo, PT Sentra Utama Jaya, Hendra Hidayat, Made Robyn, Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan, Danramil 1605-01 mewakili Dandim, Asisten II Setda Belu Yerem Taek dan Sekertaris Diperindag. (yan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top