MUI Belu: Puasa Bagi Umat Muslim Tidak Hanya Bersihkan Body Tapi Juga Hati dan Peduli Sesama

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bulan Ramadhan, bagi umat muslim, bukan hanya sekedar membersihkan body, tapi juga hati. Caranya dengan memperbaiki diri dan hubungan dengan sesama manusia.

Aba Awad dan istri.

Aba Awad dan istri.

Awad bin Muhamad selaku Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Belu yang ditemui wartawan kilastimor.com pada, minggu (28/5) mengatakan bulan puasa adalah bulan di mana umat muslim mulai membersihkan diri dan hatinya. Caranya dengan memperbaiki diri dan hubungan dengan sesama manusia agar diterima oleh Allah. “Kalau tidak bisa, percuma. Kalau puasa satu bulan tapi hati tidak bersih ya sama sa”, ujarnya.

Pria yang akrab disapa Aba Awad ini mengatakan bahwa di dalam Bulan Ramadhan, semua umat muslim wajib melakukan Shalat lima waktu hingga Idulfitri nanti. Selain itu, tidak ada yang mengeluh kekurangan. “Semua harus melihat satu sama lain dan saling berbagi. Nuansa kebersamaan itu harus ada”, ujar Aba Awad.

Jadi, menurut Aba Awad, umat muslim akan berubah seketika pada bulan puasa. “Tingkah laku dan semuanya akan berubah”, tuturnya.

Terkait keamanan selama masa puasa hingga idul fitri, kakek dari 25 orang cucu ini mengatakan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan pihak keamanan. Namun, ia sendiri lebih menekankan pada para pendatang dari daerah luar Pulau Timor agar menjaga tingkah laku dan perbuatan supaya tidak menyinggung perasaan orang lain. “Kalau kau ganggu orang lain, maka orang lain akan ganggu kita, apalagi ini bulan puasa”, pintanya.

Aba Awad menegaskan bahwa saat ini ada banyak kejadian intoleransi di daerah lain. Kejadian seperti itu tidak boleh terjadi di daerah Belu. “Kami orang Belu sangat menghargai toleransi, dan akan tetao seperti itu”, tegasnya.

Aba Awad berharap kepada seluruh umat muslim yang berada di Kabupaten Belu agar bagi yang belum bertobat, bertobatlah. Ia menegaskan supaya berbaktilah kepada Allah di masa puasa ini. “Bagi yang belum bertobat, bertobatlah dan jangan mengganggu orang lain”, Pintanya.

Pria keturunan Yaman Selatan ini juga berharap kepada semua umat non muslim agar menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ia tak lupa mewakili semua umat muslim memohon maaf atas semua salah yang pernah dilakukan. “Mungkin ada salah kata atau tindakan, saya mewakili semua umat muslim mohon maaf”, mohonnya. (richi anyan)

Komentar