Tiga Orang Tersangka Judi Bola Guling di Toko Baja Mas Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belu. Pemilik Toko Belum Dilimpahkan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penyidik Polres Belu menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus judi bola guling yang melibatkan pemilik Toko Baja Mas, Atambua, kepada Kejaksaan Negeri Belu pada, Jumat (27/5). Sang Ibunda hanya bisa menangisi nasib anaknya dari luar jeruji besi.

Tiga tersangka judi BG di Kejari Belu.

Tiga tersangka judi BG di Kejari Belu.

Tersangka yang di serahkan baru tiga orang yakni bandar bola guling dengan inisial IA dan dua orang penjaga layar GKN dan YYB, sedangkan pemilik toko YTB tidak terlihat di ruang kejaksaan. Ketiga tersangka yang diantar penyidik Polres Belu tiba di kejaksaan sekitar pukul 13.00 WITA.

IA yang berada dalam jeruji besi ketika ditemui awak media mengatakan bahwa dirinyalah yang menghubungi pemilik toko YTB via telephon untuk membuka perjudian di sana. IA pergi membawa perlengkapan bola guling pada sore hari dengan membawa modal 52 juta Rupiah.

Jaksa yang menerima pelimpahan tersangka tersebut yakni Agustina Kristiana Dekuanan dan David Manullang. Agustina kepada wartawan mengatakan, pihaknya hanya menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik Polres Belu sebanyak tiga orang beserta barang bukti berupa uang 79 Juta Rupiah, bola, meja bola gulung,layar, dan waterpas, serta beberapa barang bukti lainnya.

Lebih lanjut Agustina menjelaskan, kejaksaan telah menerima SPDP pemilik toko, YTB dari penyidik Polres Belu. Hanya saja, saat ini pihak kepolisian belum mengirimkan berkas YTB kepada kejaksaan.

“Jadi, ketiga tersangka sudah dilimpahkan kepada kami untuk dilimpahkan ke pengadilan, tapi yang pemilik rumah belum dilimpahkan dari polisi”, jelas Agustina.

Agustina menjelaskan lebih lanjut, sesuai dengan SOP, 30 hari setelah penyerahan SPDP, maka pihak kepolisian sudah harus memberikan berkasnya. Jika tidak, maka pihak kejaksaan akan menagih kepada kepolisian dengan membuat surat penagihan berkas kepada kepolisian.

Bagi ketiga orang yang telah dilimpahkan ke kejaksaan, Agustina menjelaskan pihak kejaksaan akan menahan selambat-lambatnya selama 20 hari. Selanjutnya kasus ini diserahkan ke pengadilan.

Dia juga mempertanyakan terkait ketujuh orang pemain yang ikut ditangkap. Hal ini dikarenakan pihak kepolisian belum menyerahkan SPDP ke pihak kejaksaan. “Jadi kita menunggu saja”, ujarnya.

IA dengan wajah murung dari dalam jeruji hanya menjawab pertanyaan awak media seadanya. Namun IA terlihat begitu tangguh ketika harus menguatkan sang ibunda yang sudah sedari tadi hanya bisa menangisi anaknya.

Sang ibunda yang sudah paruh baya itu tak bicara sepatah kata pun. Hanya air mata yang terus menetes membasahi pipinya. Sang bunda mungkin tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata seluruh isi hatinya. Namun dari air matanya terbias harapan keadilan bagi anaknya. Air mata harapan bagi para penegak hukum untuk sebuah keadilan di saat yang lain masih bebas bermain bola guling sedangkan anaknya harus mendekam dalam jeruji besi.

Seperti diketahui, aparat Kepolisian Polres Belu di bawah komando Wakapolres, Kompol Okto Wadu Ere berhasil meringkus sejumlah pelaku perjudian bola guling di rumah oknum anggota DPRD Belu pada Selasa (28/3) malam sekitar pukul 18.30 wita.

Wakapolres Belu Kompol Okto Wadu Ere didampingi Kasat Reskrim, Iptu Ricky Dally menyebutkan identitas para pelaku adalah yang pengusaha dan ada yang oknum PNS Pemkab Belu. (richi anyan)

Komentar