Warga Perbatasan RI-RDTL Nyalakan Ribuan Lilin untuk NKRI

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ribuan warga di Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan antara Negara Indonesia dan Timor Leste menggelar aksi damai menyalakan ribuan lilin untuk perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lilin dinyalakan di Dilawan Perbatasan RI-RDTL.

Lilin dinyalakan di Dilawan Perbatasan RI-RDTL.

Bertempat di lapangan Silawan, Dusun Webenahi, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Minggu (14/5/2017) malam warga menyalakan seribu lilin. Nyala lilin dengan formasi jantung atau hati, dan tulisan NKRI sebagai simbol warga perbatasan Belu mencintai keutuhan NKRI.

Aksi serupa dilakukan juga ratusan OMK perwakilan dari Gereja Katedral Atambua, Stella Maris Atapupu, Fatubenao, Alas, Nela, Tukuneno, Lahurus, Boas dan Wedomu yang menyalakan ratusan seribu lilin berjejer, bentuk jantung dan tulisan NKRI sambil memegang spanduk orang muda bersama NKRI di lapangan umum Atambua, Sabtu (13/5) malam.

Aksi damai masyarakat nyalakan lilin sambil menyanyikan lagu rayuan pulau kepala, satu nusa satu bangsa, indonesia raya, indonesia tanah air beta, padamu negeri. Aksi itu bertujuan untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, persatuan dan kesatuan serta Kebhinekaan Tunggal Ika.

Pernyataan Romo Yoris Giri, Pr selaku koordinator dalam aksi itu, kegiatan penyalaan ribuan lilin di wilayah perbatasan Belu ini merupakan salah satu spontanitas bentuk kepeulian warga masyarakat Silawan terhadap skala nasional yang terindikasi adanya dua kelompok tertentu guna meruntuhkan rasa egoisme, sektoral dan kelompok yang mengatasnamakan agamais.

Menentang terhadap para elite politik yang menggunakan identitas keagamaan dan politik rasial. Diharapakan mengendepankan semangat nasionalisme NKRI serta Pancasila sebagai lambang Negara. Meminta kepada aparat keamanan yakni Polri/TNI untuk menindak tegas kelompok-kelompok radikalisme.

“Ini merupakan wujud kecintaan masyarakat Desa Silawan di perbatasan Belu dan Timor Leste untuk mempertahankan NKRI, Pancasila dan Kebhinekaan Tunggal Ika,” ujar dia.

Dikatakan, aksi itu juga sebagai bentuk keprihatinan OMK dengan diwakilkan oleh beberapa OMK dari beberapa Paroki terhadap situasi bangsa yang terjadi akhir-akhir ini. OMK juga ada untuk NKRI, dan untuk sebuah nilai kehidupan yang sementara mengalami gejolak, yakni tentang nilai keadilan, kebenaran dan kejujuran.

OMK juga hadir untuk mendukung Pemerintah, aparat dan semuanya dimana saja berada untuk mempersembahkan kedailan dan kebenaran. Tidak hanya terlepas dari sisi Ahok, tapi juga banyak anak bangsa di setiap daerah yang berjuang mempersembahkan sebuah keadilan bagi NKRI.

“OMK juga merasa sebagai putra-putri bangsa Indonesia yang tulus untuk membangun negeri ini dimanapun berada, dia merasa terpanggil untuk membangun bangsa yang kita cintai ini,” ujar Yoris kepada media usai aksi menyalakan lilin di lapangan umum Sabtu malam. (lok)

Komentar