Bunda PAUD Kagumi Kemampuan Anak-anak PAUD Kupang Tengah dan Taebenu

OELAMASI, Kilastimor.com-Bunda PAUD Kabupaten Kupang, Ny. Christina Ngadila Titu Eki, mengagumi kemampuan anak-anak PAUD di Kecamatan Kupang Tengah dan Taebenu. Dirinya kagum saat menyaksikan anak-anak PAUD di dua kecamatan ini fasih menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan membacakan Puisi. Kekaguman Ny. Christina Ngadila Titu Eki ini disampaikan dalam sambutannya, saat melepas atau mewisuda anak-anak PAUD di Gedung Ibadah GMIT Getsemani Tarus, kecamatan Kupang Tengah, pada Rabu (14/6) pagi.

Wisuda kan anak PAUD.

Wisuda kan anak PAUD.

Untuk diketahui bahwa wisuda anak-anak PAUD di dua kecamatan ini, merupakan PAUD binaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Kupang. Dimana, pada kesempatan ini melakukan wisuda anak-anak PAUD sebanyak 94 anak dari 14 kelompok PAUD.

Terkait kekagumannya terhadap kemampuan anak-anak PAUD  ini,  dimana pada kesempatan  pembukaan kegiatan ini, ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Menurut Bunda PAUD Kabupaten Kupang Ny. Christina Ngadila Titu Eki , hal seperti ini perlu dikembangkan, karena ketika sejak dini, anak-anak PAUD sudah bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka ini menandakan bahwa anak-anak ini sejak dini sudah ditanamkan pemahaman nasionalisme dalam diri mereka.

Dikatakan, Nasionalisme juga merupakan bagian dari 12 karakter yang sedang dicanangkan Bupati Kupang Ayub Titu Eki di Kabupaten Kupang. Dimana menurutnya kecintaan terhadap tanah airnya, merupakan salah satu karakter untuk mencintai lingkungannya. Dijelaskan bahwa saat ini PAUD tidak lagi mengutamakan belajar membaca, menulis dan berhitung (Calistung), tetapi sekarang lebih diutamakan pengembangan karakter.

“Kalau dahulu PAUD itu sudah belajar calistung, tetapi  sekarang calistung hanya pengenalan saja. Tetapi sekarang lebih utama adalah  pengembangan karater. Untuk kabupaten Kupang sendiri, Bapak Bupati saat ini, sedang mencanangkan 12 karater unggul bagi anak-anak PAUD,” jelas Ny. Christina Ngadila Titu Eki.

Dirinya menambahkan bahwa dari 12 karakter unggul yang dicanangkan Bupati Kupang itu, salah satunya adalah tentang Sehat. Dijelaskan bahwa karakter sehat perlu diajarkan agar sejak dini, anak-anak sudah terbiasa hidup sehat.  Menurutnya, anak-anak sejak dini diajarkan cuci tangan sebelum makan, sebelum tidur dan bangun pagi gosok gigi.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan tentang karakter jujur. Menurutnya, jika anak sejak dini diajarkan untuk jujur, maka kelak besar nanti menjadi orang yang tidak suka menipu. Dijelaskan juga bahwa, walaupun karakter-karakter tersebut telah diajarkan di sekolah, tetapi menurutnya, untuk mengembangkan karakter tersebut, sangat dibutuhkan keluarga. Dimana, waktu belajar anak-anak disekolah mereka hanya beberapa jam saja, tetapi waktu lebih banyak adalah bersama keluarga. Sehingga, dirinya sangat mengharapkan bimbingan penuh dari orangtua atau keluarga.

“Contohnya, kalau anak-anak disekolah diajarkan untuk jujur, maka orangtua dirumah juga  orangtua atau keluarga mengajarkan untuk jujur. Jika ada anak-anak membawa pulang mainan dari sekolah, maka orangtua ajar anak-anaknya untu bawa pulang ke sekolah. Ini artinya karakter dasar anak dan prakteknya bukan saja di sekolah, tetapi lebih banyak di sekolah, sehingga perlu peran penuh dari orang tua untuk pengembangan karakter,” ungkap Ny. Christina Ngadila Titu Eki.

Diakhir Sambutannya, Ny. Christina Ngadila Titu Eki, mengingatkan orangtua untuk memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Menurutnya, jika kemampuan anak-anak mereka, jika tidak dikembangkan melalui pendidikan yang lebih tinggi, nantinya, maka kemapuan mereka akan hilang. Untuk itu dirinya mendorong agar para orangtua mulai menabung, sehingga diharapkan pada 16-17 tahun yang akan datang anak-anak mereka yang diwisuda di tingkat PAUD, dapat diwisuda sebagai sarjana.

Mewakili Camat Kupang Tengah, Kepala Seksi  Pol PP, Ivony Dima  dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada para pendidik  PAUD yang telah mendidik anak-anak PAUD, sehingga sudah diwisuda. Menurutnya, kalau bukan peran pendidik PAUD, anak-anak tersebut tidak memiliki kemampuan seperti saat ketika mereka diwisuda. Dikatakan, mereka memiliki kemampuan untuk menyanyi, memiliki karakter yang baik, dan berbagai kemampuan yang lain, berkat peran pendidik selama mendidik mereka. Pada kesempatan  ini dirinya juga menyampaikan terimakasih, kepada pihak SKB yang telah mendampingi PAUD-PAUD yang ada diwilayahnya, sehingga anak-anak desa di wilayahnya dapat menikmati pendidikan usia dini.

Sementara itu, Kepala UPTD SKB Kabupaten Kupang, Nonce Tefa pada kesempatan ini, menyampaikan selamat kepada anak-anak dan orang tua yang diwisuda. Dirinya berharap, anak-anak yang telah cerdas di tingkat PAUD di tingkat Sekolah Dasar berikutnya, akan lebih cerdas lagi di tingkat berikutnya. (qrs)

Komentar