EKONOMI

Bupati Kupang Panen Perdana Garam PT. Garam Persero

OELAMASI, Kilastimor.com-Bupati Kupang Ayub Titu Eki, menghadiri Panen Perdana Garam milik PT. Garam Persero. Kegiatan ini bertempat di Tambak Garam PT. Garam Persero di Desa Bipolo Kecamatan, Sulamu Kabupaten Kupang, pada Selasa (6/7).

Bupati Kupang panen garam.

Bupati Kupang panen garam.

Mengawali sambutannya, Titu Eki menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya pengembangan garam di Kabupaten Kupang yang dapat dipanen perdana. Dikatakan bahwa dirinya sudah sangat menanti-nanti hasil nyata pengembangan garam di kabupaten Kupang ini.

Dirinya mengingatkan, PT. Garam Persero telah memulai kegiatan di Kabupaten Kupang sejak tahun 2016 lalu. Dirinya berjanji akan mendukung keberlangsungan pengembangan dan produksi garam di Kabupaten Kupang berkualitas yang siap didistribusikan ke seluruh Indonesia.

“Saya sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada PT. Garam yang sudah mengembangkan produksi garam di Kabupaten Kupang. Hari ini adalah moment penting dimana garam ini mulai berproduksi. Sebagai kepala daerah, saya akan mendukung pengembangan dan produksi garam di Kabupaten Kupang. Tentunya kualitas sangat kita harapkan, untuk bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia,” ungkap Titu Eki.

Terkait dengan lahan, Titu Eki mengatakan bahwa, dirinya akan bersama masyarakat siap untuk memberikan lahan-lahan baru bagi pengembangan pabrik dan tambak garam di Kabupaten Kupang sehingga PT. Garam dapat terus mengembangkan produksinya.

Titu Eki menambahkan, keberadaan perusahaan skala nasional di kabupaten Kupang sangat penting karena selain membangkitkan sektor ekonomi, juga menyerap tenaga kerja. Menurutnya, Perluasan kesempatan kerja mengurangi masyarakat keluar daerah, menjadi TKI dan menjadi korban perdagangan manusia. Baginya, solusi terbaik membangun daerah ialah membangun manusia dengan bahasa yang diistilahkan dengan menyebarkan gula di daerah yang akhirnya menarik masyarakat, untuk datang mendekat bukan malah menjauh.

Dirinya pada kesempatan ini, mengajak masyarakat dan segenap pemangku kepentingan, untuk mendukung penuh kegiatan tambak garam tersebut.
Direktur Pemasaran PT. Garam Persero Ali Madi, pada kesampatan ini, memberikan jaminan bahwa Kabupaten Kupang siap menjadi produsen/penghasil Garam Nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan Garam Nasional.

Ditambahkan, Melalui PT. Garam Persero telah dibangun tambak Garam di Desa Bipolo Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang – NTT seluas 320 ha yang telah selesai digarap bahkan sudah ada yang telah siap dipanen. Menurutnya, Kabupaten Kupang merupakan wilayah potensial untuk pengembangan Pabrik garam karena memiliki berbagai kelebihan, diantaranya iklim panas yang mencapai 8-9 bulan/tahun, salinitas air laut 3-4 Be sehingga sangat berkualitas kadar garam. Kemudian, Jenis tanah liat berpasir, dan dinilai mampu mencapai produktifitas hasil yang tinggi hingga 120 ton/ha/tahun.

Dirnya berharap, pengembangan produksi garam di Kabupaten Kupang akan menambah pasokan garam nasional yang setiap tahunnya mencapai 4 Juta ton/tahun. Dikatakan, produksi garam nasional kurang lebih 3 Juta ton/ Tahun sehingga Pemerintah perlu mengimpor garam dari Luar negeri yang jumlahnya bisa mencapai 2 juta ton/tahun.

Lebih lanjut Ali menambahkan bahwa, kedepan ditargetkan, akan dibuka 7500 hektare lahan tambak garam dan akan dikerjakan PT. Garam. Terkait hal ini, dirinya telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR , sehingga bisa mencapai 3700 Hektare. Diharapkan dengan hasil yang mencapai 100-120 ton/hektare di NTT, bisa dibayangkan hasil yang didapat untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri dapat dipasok dari dalam negeri dan mengurangi impor dari luar.

Terkait dengan pengembangan PT. Garam Persero di kabupaten Kupang Ali Madi menjelaskan, akan digunakan dua sistem yakni Sistem dari Australia dimana air laut yang sudah tua, sudah siap mengkristal dimasukan dalam lahan kristalisasi, kemudian dibiarkan menebal selama satu musim dan kualitasnya jadi bagus dan tinggi. Sementara sistem kedua menurut Ali Madi, akan perperiode setiap 10 harian yang dimasukan dalam lahan lapisan geomembran yang bisa dipanen.

“Kami berharap, dengan perpaduan dua sistem ini, dan ditunjang dengan musim panas yang normal, dapat menghasilkan garam-garam berkualitas asal Kabupaten Kupang. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak, sehingga perjuangan memenuhi kebutuhan garam nasional dapat terpenuhi dengan produksi dalam negeri dan bukan impor sesuai dengan sistem ketahanan pangan,” jelas Ali Madi.

Sementara itu, Wahyudi, Ketua Tim kerja, dalam laporannya mengatakan, PT. Garam Persero memulai aktifitas di Kabupaten Kupang sejak bulan Mei 2017 dan dalam waktu 3 bulan, dan sementara berhasil membuka lahan 320 hektare. Dikatakan, Proses pengerjaan tersebut dilakukan siang dan malam dengan mengerahkan berbagai sarana baik SDM maupun peralatan yang diharapkan dapat segera beroperasi.

Ditarget, bulan agustus 2017 nanti akan berhasil membuat kristal garam pertama. Dirinya menambahkan bahwa, puncak panen raya besar-besaran akan dilaksanakan Oktober 2017 mendatang.
“Target besar kami, PT. Garam Persero, Provinsi NTT dapat masuk dalam percaturan tata niaga garam nasional dan memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan garam Nasional,” beber Wahyudi.

Diakhir laporannya, Wahyudi mengatakan,i lahan PT. Garam Persero di Bipolo ini, telah mendapatkan perhatian dan kunjungan dari sejumlah Menteri, diantaranya Menteri BUMN Rini Sumarni, Menteri ATR-BPN Sofyan Djalil, Menteri Men-Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti, dan Kepala BKPM RI Thomas Lembong.

Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut PT. Garam Persero melalui CSR-nya memberikan menyumbangkan dana sebesar RP50.000.000 bagi masyarakat Desa Bipolo dan Rp14 300.000 bagi pemilik lahan. Hal ini sebagai bagi hasi panen pertama yang diberikan oleh Direktur Pemasaran Ali Madi kepada Kepala Desa Bipolo. Bupati Kupang juga pada kesempatan ini, membuka arus air Kristal garam di lokasi lahan baru Garam Bipolo.

Hadir pada Acara panen ini, Kapolres Kupang AKBP Adjie Indra Dwiatma, S.IK, Kepala Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Perijinan Terpadu Provinsi NTT, Samuel Rebo, Kadis Penanaman Modal Kabupaten Kupang Johanis Munah, Ketua Tim Satgas PT. Garam Eko Solehudin, Tokoh masyarakat dan Tokoh Adat Desa Bipolo. (qrs)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top