EKONOMI

Ditjen Pothan Panen Sorgum di Belu. Dirjen: Ini Pilot Project

ATAMBUA, Kilastimor.com-Direktur Jenderal Komponen Pendukung Kementerian Pertahanan (Ditjen Pothan) RI, Tristan Soemajono melakukan panen sorgum di dusun Salore, Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Selasa (6/6/2017).

Panen Sorgum di Belu.

Panen Sorgum di Belu.

Hadir pada panen simbolis sorgum hasil budidaya kelompok Manu Ale binaan Kodim 1605/Belu di atas lahan seluas 5 hektare, Asisten II Setda Belu, Staf Pothan Kemenhan RI, Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu, Kadis TPHP Belu, Danramil/Kapolsek Tastim, Kades Tulakadi, Kristian Hermanus (pemilik lahan), kelompok tani Manuale serta Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dirjen Pothan Tristan Soemarjono dalam sambutan mengatakan, dirinya sangat terharu dan bersyukur hari ini bisa melakukan panen sorgum setelah ditanam empat bulan lalu. Ini bukan proyek tapi pilot project dan kami ingin buktikan apa yang dilakukan ini bisa dapat dilakukan pemerintah dalam skala besar.

“Bahwa nantinya pasaran sorgum itu menjadi tugas kita bersama termasuk Pemerintah Kabupaten Belu,” ujar dia.

Menurut Dinas Pertanian jelas Tristan, bahwa waktu itu yang disampaikan Dinas sudah ada penampungannya. Oleh karena itu Dinas harus perjelas lagi kepada kelompok, sebab panen ini bisa dilakukan sampai lima kali.

“Saya sangat terharu dengan warga yang telah menanam sorgum dan berhasil. Ini jadi contoh bisa menggugah, memotivasi khusus warga petani lain agar dpat manfaatkan lahannya meski dengan segala keterbatas yang ada,” ujar dia.

Asisten II Setda Belu, Yerem Kali Taek mengatakan, panen sorgum ini sangat luar biasa berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. Salah satu alternatif ketahanan pangan, dan ini bisa berjalan di NTT berkat kerjasama TNI dengan Kementerian Pertanian.

“Sorgum ini bukan barang baru buat kami Belu, ini jenis makanan lokal kami khusunya di wilayah Malaka. Harapan ke depan bisa berjalan terus dengan melihat kondisi SDM yang masih perlu di bimbing,” pinta dia.

Sorgum jelas dia, disamping sebagai pangan untuk masyarakat juga untuk teknologi lain, lebih khusus yang tidak dianggap penting bisa untuk pakan ternak seperti daun dan batang.
Ini kerjasama yang baik kedua instansi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai contoh untuk masyarakat di Belu, musim kemarun bisa manfaatkan lahan-lahan yang ada seperti ini untuk ditanami tanaman sorgum. Pikiran untuk mandiri harus dari diri kita sendiri. Lahan-lahan tidur yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat Belu, dan itu pesan Bupati Belu,” tutur Taek.

Kesempatan itu Kristian Hermanus selaku pemilik lahan mengatakan, sangat bersyukur artinya begitu besar perhatian TNI kepada lanjutan warga di Belu dalam meningkatkan ekonomi warga.

Akunya, awal keberadaan sorgum ini dirinya yang awam merasa tidak yakin dengan tanaman ini apakah tumbuh atau tidak. Tetapi setelah menanam bulan pertama hasilnya bagus dan memuaskan bisa dipanen. Manfaat tanaman sorgum banyak sekali untuk kebutuhan baik bagi manusia maupun pakan ternak.

“Kalau pasar menjanjikan hasilnya sangat bagus. Untuk pakan ternak saya siap menampung daun dan batang. Saya siap serahkan seluruh hasil panen untuk warga dan lahan untuk dikelola menanam sorgum selama 4 tahun dan selalu siap membantu,” kata dia.

Usai panen, Ditjen Pothan menyerahkan bantuan berupa satu unit alat motor air kepada poktan Manu Ale. Selain itu pemberian cinderamata dari Ditjen kepada Pemkab Belu, pemilik lahan. Kemudian melakukan proses penggilingan biji sorgum dan pengolahan batang sorgum guna mengambil airnya. (yan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top