EKONOMI

Harga Barang Masih Normal Jelang Idul Fitri

ATAMBUA, Kilastimor.com-Jelang Hari Raya Idulfitri 138 Hijriah, harga barang di pasaran perlahan meninggi. Karena itu, untuk menekan harga pasar yang terus naik, Disperindak memantau stok makanan yang ada di gudang-gudang sembakau pada, Kamis (8/6).

Sidak sembako.

Sidak sembako.

Sekretaris Disperindag Oktovianus Lenggu memaparkan bahwa
Dari hasil operasi pasar yang dilakukan guna menekan harga pasar, pihak Disperindag mengakui bahwa kenaikan harga barang tidak terlalu signifikan. Ketersediaan barang untuk pasaran di gudang-gudang sangat mencukupi.

Apa yang disampikan oleh Lenggu selaras dengan apa yang disampaikan BM Gudang pabrik Wings Atambua Wesli Lie. Lie menuturkan bahwa untuk Bulan Ramadhan, permintaan barang justru semakin berkurang. Hal ini dikarenakan banyak warung yang tutup dan banyak pula masyarakat yang mudik.

“Tapi, pada Bulan Ramadhan ini, biasanya permintaan mie paling banyak. Permintaan mie pada Bulan Ramadhan ini bisa mencapai 60 ribu dos untuk Kabupaten Belu dan Malaka”, tutur Lie.

Mengenai kebijakan pabrik untuk menekan harga pasar, pihak pabrik hanya bisa memberikan promo. “Semua tergantung para pelaku pasar. Tapi kalau barang saya tidak pernah kacau harganya, karena mungkin saya distributor tunggal di sini”, ujar Lie.

Lie adalah salah satu pelaku usaha yang selalu melaporkan stok dan hasil usahanya ke Disperindag. Akan tetapi, dari pantauan Disperindagmasih banyak para pelaku usaha yang belum melaporkannya ke disperindag Kabupaten Belu beberapa bulan terakhir. Lenggu mengakui hal tersebut karena ada beberapa alasan mendasar.

“Entah mereka tahu atau tidak, karena saya juga orang baru, tapi kewajiban mereka untuk melaporkan setiap bulannya belum mereka laksanakan. Karena itu, kita harus membina mereka agar mereka melaporkan stok gudang dan beberapa hal lain setiap bulannya,” ujarnya.

Menurut Lenggu, banyak pelaku usaha yang belum melaporkan ke Disperindag karena untuk mengurus perijinan sudah dialihkan ke Dinas Perujinan Satu Atap. Lenggu berjanji, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perijinan Satu Atap agar ke depannya pihak perijinan satu atap dapat menyampaikan ke para pelaku usaha agar saat mereka mengurus ijin mereka, disampaikan juga ada tembusan kepada Disperindak. Tujuannya agar Disperindak juga mengetahui hal tersebut. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top