Ini Cara Cerdas Perawatan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam rangka memeriahkan ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI), IBI cabang Kabupaten Belu mengadakan Seminar kesehatan dengan tema cara cerdas perawatan kesehatan reproduksi pada, Jumat (16/6). Seminar yang di adakan di Gedung Betelalenok ini bertujuan untuk mengajak para wanita agr menjaga alat reproduksinya dengan baik.

Sosialisasi reproduksi wanita.

Sosialisasi reproduksi wanita.

Hadir sebagai pembicara dari kegiatan ini dr. Unedo SpOG. K, Ami Samiyati dari PT. Avail Elok Indonesia, dan Erni selaku Ketua IBI Cabang Kabupaten Belu. Hadir sebagai peserta pada seminar ini adalah para bidan dari kabupaten Belu, Malaka, dan TTU. Selain itu, ada pula peserta umum yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga.

Maria Fatima Bria, SST selaku Sekerteis Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Belu mengatakan seminar ini merupakan rangkaian kegiatan dari hari ulang tahun IBI yang akan dirayakan pada 26 Juni. Selain kegiatan ini, masih ada beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti bakti sosial, jalan sehar bersama, dan seminar-seminar lainnya.

Maria Fatima Berharap kepada para bidan agar melalui seminar ini agar dapat memberikan informasi penting kepada masyarakat tentang pentingnya tentang bagaimana cara perawatan bagi kesehatan perempuan.

Selama ini, banyak sekali wanita yang mengalami gangguan kesehatan kewanitaan, tapi mereka tidak berterus terang kepada petugas kesehatan dalam hal ini bidan. Maria menuturkan bahwa mungkin mereka malu untuk mengungkapkannya. Apalagi, orang Timor, kalau berbicara mengenai masalah kewanitaan, maka akan sangat sulit untuk terbuka.

Karena itu, Maria berharap dengan kegiatan ini bisa memberikan bekal bagi para bidan untuk menggali lagi soal masalah-masalah kewanitaan di tempat tugas mereka. Tujuannya agar mereka dapat mengetahui saya cara pencegahan dini dan pengobatannya.

Berbicara soal wanita, dr. Unedo SpOG. K ketita ditemui wartawan kilastimor.com mengatakan bahwa banyak penyakit yang sering terjadi pada wanita. Banyak pula gejala-gejala yang terjadi pada wanita.

dr. Edo menuturkan bahwa ada bebera gejala yang paling sering dikelukan atau dibawakan ke rumah sakit. Gejala-gejala itu antara lain keputihan, perdarahan, dan kanker servik.

Dijelaskan, masalah keputihan sering sekali dialami wanita. Jika alami keputihan, seirang wanita akan merasa gatal, berbau, dan berubah warna. Perubahan keputihan ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus, jamur, bakteri, atau infeksi kanker servik.

Mengapa sering terjadi keputihan pada wanita? dr. Edo menjelaskan bahwa terjadi keputihan karena mungkin terjadi perubahan gaya hidup. Si Korban mungkin menggunakan pakian dalam yang kurang bersih, atau pakian dalam yang tidak menyerap keringatnya. Selain itu, mungkin si korban jarang mengganti pakian dalam dan menggunakan air dari kamar mandi yang kurang steril. Hal lain lagi, mungkin karena pengaruh infeksi dari luar seperti hubungan seks bebas. Beberapa hal ini yang menyebabkan terjadinya keputihan.

Masalah kedua adalah pendarahan. Pendarahan ini paling sering disebabkan oleh penyakit miom pada wanita. Miom adalah pembesaran pada rahim. Hal lain lagi yaitu, karena penebalan dinding rahim atau juga disebabkan karena kanker servik. Perdarahan lain juga disebabkan karena perubahan hormonal, seperti pengguna KB, mau menopos, atau premenars sebelum hait bagi anak-anak yang beranjak remaja.

Lebih lanjut, dr. Edo menjelaskan bahwa perdarahan-perdarahan ini harus segera diobati. Kalau penebalan dinding rahim harus segera melakukan pengerokan dinding rahim dan pemeriksaan rahim.

Masalah yang ketiga adalah kanker serviks. Kanker serviks ini disebabkan oleh virus HPV. Kanker ini sering menyebabkan penyebaran kanker ke mana-mana. Kanker ini biasanya datang pada wanita yang terkena kanker stadium lanjut.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi kanker serviks, ada metode terbaru yaitu pemeriksaan asam asetat dan pemeriksaan iva dan papsmer. Jadi seorang wanita itu harus melakukan pemeriksaan mininal setahun. Apabila ketahuan dia mengidap virus HPV, maka bisa segera diobati agar tidak menjadi kanker serviks. Pencegahan lain dengan menggunakan vaksin. “Semua cara ini bertujuan untuk mencegah kanker serviks” ujarnya.

dr. Edo berharap melalui kegiatan ini, semua wanita dapat menjaga organ reproduksinya. Caranya dengan menjaga kebersihan agar tidak terjadi keputihan, menjaga agar tidak perdarahan dengan melakukan pemeriksaan pada vagina dan rahimnya, dan mwncegah terjadinya kanker serviks. (richi anyan)

Komentar