HEADLINE

Jefri Nahak Dilantik Jadi Ketua Partai Golkar Kabupaten Belu.

ATAMBUA, kilastimor.com-Yohanes Jefri Nahak dilantik menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belu dalam acara Rapimda dan pelantikan pengurus Partai Golkar kabupaten Belu oleh ketua DPD I Partai Golkar ProVinsi NTT Ibrahim Agustinus Medah.
Acara ini diadakan si Gedung Betelalenok pada, Senin (12/6).

Ketua DPD I serahkan pataka kepada ketua DPD II Golkar Belu.

Ketua DPD I serahkan pataka kepada ketua DPD II Golkar Belu.

IA Medah menjelaskan, Rapimda Partai Golkar merupakan sebuah rangkaian kegiatan penjabaran hasih Musda, baik di tingkat propinsi maupun yang ada di daerah dan memutuskan hal-hal yang dirasa strategis sesuai dengan kondisi yang ada di provinsi. Selain itu, rapimda juga harus mendukung aspek-aspek strategis yang ada di daerah masing-masing.

“Jadi rapimda itu harus menengok ke atas sampai ke pusat dan juga menengok masalah-masalah real yang ada di daerah sendiri, apa yang menjadi komitmen partai golkar, baik dalam perjuangannya sendiri, baik penugasannya ke pada fraksi dalam DPRD Kabupaten maupun usulan kepada DPRD Propinsi hingga pusat untuk diperjuangkan oleh fraksi-fraksinya”, jelasnya.

Harapannya pada rapinda ini agar lebih produktif dalam menghasilkan keputusan-keputusan penting. Artinya, keputusan-keputusan itu memiliki peranan yang mengayomi kepentingan partai golkar yang ada di daerah, propinsi, maupun pusat.

Agus Medah berpesan kepada para pengurus partai golkar yang baru saja dilantik agar mereka harus terus bersemangat dalam mengurusi Partai Golkar. “Saya kwatir sewaktu latik kalian, saya tanya kalian, dan semua menjawab dengan kuat siap! Tapi pada kenyataannya, pada rapat perama kurang 10 orang, rapat kedua kurang 20 orang, sampai rapat yang keempat tinggal ketua, bendahara, sekretaris, dan beberapa orang penting. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Agus Medah mengingatkan kepada semua peserta yang hadir kalau di seluruh dunia, segala sesuatu dikendalikan oleh partai politik, termasuk Kabupaten Belu. Ia menuturkan bahwa kehidupan dan negara diatur oleh partai politik.

Lebih lanjut Iban Medah menjelaskan hal ini terjadi karena semua negara memiliki tiga unsur penting yaitu, unsur legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Unsur legislatif dan eksekutif memiliki motif politik yang sangat besar.

Untuk unsur yudikatif, semua bangsa sepakat untuk tidak menodainya dengan unsur politik. Apabila unsur yudikatif sudah dipengaruhi oleh politik maka akan hancur negara tersebut karena ketidakadilan dalam hukum menjadi sirna.

Iban Medah menuturkan presiden dipilih oleh rakyat karena diusung oleh partai politik. Pernah orang berpikir presiden itu boleh mengajukan diri secara independen, tetapi tidak mungkin. Hal itu disebabkan karena presiden harus memiliki cantolan di legistatif untuk membekap kebijakan kebijakan yang dibuatnya.

Seorang eksekutif tidak mempunyai dasar di legislatif maka seperti layang layang akan putus. Dia seperti angin yang bertiup tak tentu arah, dan ini berbahaya bagi masyarakat dan bangsa. “Jadi di dalam diri eksekutif sendiri, ada aliran darah partai politik”, tutur Medah.

Karena itu dia menegaskan kepada pengurus yang baru dilantik agar tidak hanya sekedar menaikkan gengsi politiknya dengan menjadi pengurus Partai Golkar. Namun yang paling utama adalah bagaimana berpikir untuk mengambil keputusan keputusan yang berpengaruh kepada kepentingan nasyarakat dan bangsa.

Bupati Belu Willy Lay dalam sambutannya mengucapkan proficiat kepada para pengurus yang dilantik. Dirinya percaya jika dalam pemilihan nanti, Partai Golkar akan memperoleh hasil yang baik. “Ibarat padi di sawah, semuanya akan menguning, dan partai golkar akan memanen dengan hasil panenan yang memuaskan”, pujinya.

Pujian yang diungkapkan Bupati Willy Lay ini tentunya tak lepas dari peran penting Partai Golkar yang telah membantunya memenangkan Pilbub tahun 2015 lalu. Ia bercerita, saat berniat mencalonkan diri sebagai Bupati Belu, ia pergi berkunjung ke DPD Partai Golkar Propinsi NTT di Kupang. Di sana, ia bertemua dengan Ketua DPD I Partai Golkar Ibrahim Agustinus Medah. Saat itu, Medah berpesan satu hal kepadanya, “Kalau ingin sukses harus dekat dengan masyarakat”, kutip Willy mengenang kembali pertemuan mereka beberapa waktu silam. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top