Orang Tua Wajib Sekolahkan Anak ke PAUD

OELAMASI, Kilastimor.com-Bunda PAUD Kabupaten Kupang, Ny. Christina Ngadila Titu Eki, menasehati orang tua anak Kelompok Bermain (Kober) PAUD agar wajib menyekolahkan anak mereka ke PAUD. Nasehat ini disampaikan Ny. Christina saat melepas 56 Anak PAUD dari 9 Kelompok Bermain (Kober) binaan Sanggar Belajar Masyarakat (SKB) di kecamatan Fatuleu Tengah dan Fatuleu. Pelepasan atau Wisuda anak Kober ini dilakukan di desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, tepatnya gedung ibadah GMIT Imanuel Kofi pada Rabu (7/6).

Wisuda PAUD

Wisuda PAUD

Nasehat yang disampaikan melalui sambutannya, Ny. Christina mengingatkan orang tua untuk mempersiapkan anak-anaknya sejak dini. Dirinya mengatakan bahwa, anak-anak usia dubu perlu menyekolahkan anaknya. Pada kesempatan ini, istri Bupati Kupang ini, menyampaikan terimkasih kepada orang tua yang menyekolahkan anak. Hal ini menurutnya sebagai contoh dan motivasi yang baik bagi orang tua lain yang belum menyekolahkan anaknya di PAUD.

“Anak-anak usia emas, yakni usia PAUD itu lebih tepatnya adalah untuk membntuk karakter, percaya kepada Tuhan yang Maha Esa, diajarkan untuk saling menghormati satu dengan yang lain atau orang yang paling tua. Juga, di PAUD anak-anak untuk memiliki hidup sosial yang baik antara satu dengan temannya, saling melayani. Selain itu, memiliki kognitif atau pengetahuan, budi pekerti atau sopan santun dan moral dengan berlaku adil terhadap sesamanya, maka kelak jika mereka menjadi pejabat yang baik, bukan jadi koruptor. Karena apa yang dilakukan bagi mereka di saat sekarang, itu yang akan menentukan mereka sampai dewasa nanti,” ungkap Ny. Christina.

Selanjutnya Ny. Christina menambahkan bahwa, anak-anak perlu sejak dini belajar untuk mengembangkan pertanian, budaya seperti menenun dan menari. Dirinya mengingatkan bahwa, selama ini pertanian menenun dan menari lebih banyak dilakukan oleh orang tua, tetapi dengan adanya pengaruh jaman, sehingga sangat penting untuk mengajarkan kepada anak-anak sejak dini untuk mengenal budaya mereka. Karena menurutnya, jika tidak diajarkan sejak dini, maka lambat laun, setiap budaya dan pola kerja masyarakat akan bergeser.

“Saya ingatkan bahwa, PAUD belum bisa ajarkan angka atau baca, tetapi lebih banyak kepada budaya dan karakter. Sehingga, saya harapkan tugas orang tua juga untuk mengajarkan anak-anaknya tentang bidaya,” tegas Ny. Christina.

Diakhir sambutannya, Ny. Christina berpesan kepada orgtua, untuk menyekolahkan anak-anaknya minimal sampai sarjana. Untuk itu, dirinya berharap orang tua harus bekerja keras, mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki seperti pertanian dan peternakan, agar bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan baik.

Pada kesempatan ini Bunda PAUD kabupaten Kupang ini memberikan apresiasi kepada SKB yang telah membina ketujuh PAUD yang ada di dua kecamatan ini. Dirinya mengingatkan SKB untuk lebih maksimal dalam pendampingannya agar kedepan semakin banyak PAUD yang dibuka dan semakin banyak anak yang mau bersekolah.

Camat Fatuleu Tengah, Benrys R. Kolnel pada kesempatan ini dalam sambutannya, lebih banyak melakukan komunikasi dengan anak-anak PAUD. Dirinya lebih banyak memotivasi anak-anak agar menjadi anak yang pintar dan mau rajin belajar, ketika lanjut ke jenjang berikutnya. Pada kesempatan ini dirinya mengingatkan orang tua untuk terus mendukung anaknya agar bersekolah dijenjang berikutnya.

Nonce Tefa Kepala SKB Kabupaten Kupang dalam laporannya, menyampaikan tentang tujuan pelepasan anak-anak PAUD ini. Dirinya mengatakan, tujuan anak-anak yang telah dibina dalam kelompok binaan dilepas agar bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, yakni sekolah dasar. Selain itu pelepasan dalam bentuk wisuda ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan terhadap anak untuk membangkitkan rasa percaya diri dalam menghadapi dunia pendidikan selanjutnya.

Sementara itu, menanggapi nasehat Bunda PAUD, Pdt. Femy Nope, Pengelolah PAUD mengaku perlu banyak belajar untuk bagaimana mengelolah PAUD. Dirinya juga sebagai ketua majelis jemaat GMIT Imanuel Kofi mengaku bahwa dirinya baru pertama kali merasakan menjadi pengelolah PAUD. Sebagai tuan rumah dilaksanakan kegiatan ini, dirinya dan masyarakat sangat senang dengan kegiatan pelepasan anak-anak PAUD tersebut.

Mengenai potensi pendidik di PAUD-nya, Femy berharap, SKB ke depan dapat mengembangkan potensi bagi para pendidiknya. Menurutnya, pendidik di PAUD-nya tidak memiliki latar belakang pendidikan PAUD, sehingga diharapkan berbagai pelatihan, agar para pendidik di PAUD-nya bisa lebih baik ke depannya.

Untuk diketahui Ketujuh PAUD tersebut antara lain PAUD Ampupu, PAUD Sesawi, PAUD Manektop, PAUD Baslah, PAUD Harapan Bangsa, PAUD Tufu, PAUD Nekmese, PAUD Meliana, PAUD Nifuhonis. (qrs)

Komentar