Polsek Lasiolat Amankan 5 Warga yang Angkut Ratusan Liter BBM Tanpa Izin di Jalur Perbatasan RI-RDTL

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kapolsek Lasiolat, IPDA Egidius M. Taek dan anggota berhasil mengamankan lima orang warga yang kedapatan membawa 10 jerigen berisi ratusan liter BBM jenis Bensin di jalur perbatasan RI-RDTL tanpa ijin pada, Sabtu (10/6). Kasus ini masih didalami oleh pihak kepolisisan.

Dua pelaku dan barang bukti yang diamankan Polsek Lasiolat.

Dua pelaku dan barang bukti yang diamankan Polsek Lasiolat.

Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan, SH, SIK, M.Si , berulang kali menyampaikan penekanan kepada seluruh anggota Polres Belu dan jajaran, agar memperketat pengawasan di wilayah perbatasan RI-RDTL untuk mencegah aksi penyelundupan dalam bentuk apapun. Upaya pencegahan penyelundupan tergolong berhasil. Terlihat dalam sebulan terakhir ini aparat Polres Belu dan jajarannya telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Ribuan Liter BBM ke wilayah Timor Leste.

Menyikapi masih adanya praktek penyelundupan, aparat Polsek Lasiolat pada sabtu (10/6) melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) dengan menggelar patroli di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.
Dalam patroli yang digelar siang sekitar pukul 13.00 wita, Kapolsek Lasiolat IPDA Egidius M. Taek dan anggota berhasil mengamankan lima orang warga yang kedapatan membawa 10 jirigen berisi ratusan liter BBM jenis Bensin.
Kelimanya langsung digiring ke Polsek, karena tidak mengantongi ijin pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah.

“BBMnya diangkut pakai sepeda motor dan ditampung dalam jirigen kemasan 35 liter. Saat diperiksa, ngakunya untuk dijual kembali secara eceran namun Kita akan dalami karena banyak modus penyelundupan berkedok bensin eceran sudah sering Kita temui”, ujar Egidius.

Egidius berjanji akan mendalami lagi kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Baginya, kelima orang warga yang tidak mengatongi ijin tersebut telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah sebagaimana diatur dalam pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

“Kita akan proses sesuai hukum karena mereka sudah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah sebagaimana diatur dalam pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas” tutur Egidius. (richi anyan)

Komentar