HEADLINE

Danrem: Bangsa Ini Jangan Mudah Terprovokasi

Danrem beri arahan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Danrem 161/WS Kupang mengunjungi Belu, untuk melihat kesiapan jelang HUT RI.

Dalam kunjungan itu, Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI, Teguh Muji Angkasa saat memberikan pengarahan kepada prajurit, ASN, dan Persit Kartika Chandra Kirana di wilayah jajaran Kodim 1605/Belu di lapangan Hitam Makodim 1605/Belu, Senin (7/8).

Menurut Brigjen TNI Teguh, saat ini bangsa sedang mengalami kompetisi global yang memengaruhi segala aspek kehidupan. Di Indonesia, ada dua aspek yang paling terpengaruh dengan adanya kompetisi global ini yaitu aspek ekonomi dan aspek budaya.

Brigjen TNI Teguh menuturkan, sekarang ekonomi sedang dihancurkan oleh bangsa barat karena kekayaan alam yang dimiliki. Tujuannya untuk menguasai segala kekayaan alam yang dimiliki.

Dari faktor budaya, mereka merusaknya dengan memasukan budaya westernisasi. Selain itu, untuk merusak budaya, mereka menggunakan cara mencandu generasi muda dengan narkotika. Metode ini sama dengan metode yang dipakai oleh Bangsa Eropa saat mengalahkan Bangsa Cina. “Saat itu, Eropa menggunakan candu untuk mengalahkan Bangsa Cina”, ujarnya.

Sekarang, menurut Brigjen TNI Teguh, ekonomi dan budaya kita sedang dihancurkan oleh bangsa barat. Caranya dengan narkoba. Tujuan mereka untuk mengambil kekayaan alam milik bangsa.

Selain menghancurkan budaya dengan candu dan menyuntiknya dengan budaya westernisasi, Ia juga menuturkan bangsa ini sedang diobrak-abrik melalui medsos. Sebenarnya dapat membantu dalam menjalin hubungan dengan keluarga dan sahabat yang berjauhan. Namun terkadang membuat hubungan yang dekat bisa menjadi jauh.

Beliau memberikan contoh, istrinya pernah memintanya untuk membaca WA (Whats App) yang dikirimkan istri kepadanya. “Padahal kami duduk tidak berjauhan, kenapa tidak beritahu langsung?” ujarnya disambut galak tawa para prajurit.

Selain itu, melalui medsos, orang-orang dengan gampang menyebarkan berita hoax untuk memprovokasi masyarakat. Dengan berita hoax, masyarakat akan gampang diprofokasi oleh sebuah informasi yang tidak jelas sumber dan kebebarannya.

“Secara tidak langsung kita sudah dijajah dan kita pun membayar para penjajah itu.” tegasnya.

Bagaimana tidak? bangsa ini telah dijajah dan membayar secara tidak langsung para penjajah itu dengan terus mengisi kuota internet. Dengan demikian, secara tidak langsung anak bangsa telah membayar para penjajah.

Untuk mengatasi hal ini, menurut Danrem 161/Wira Teguh, kembali pada diri kita masing-masing. “Intinya, jangan gampang terprovokasi”, pesannya.

Pada kunjungannya kali ini, Danrem 161/Wira Teguh tak lupa mengingatkan pada prajurutnya tentang tiga tugas pokok Korem. Ketiga tugas itu yakni Komando Kewilayahan, Satuan Pengamanan perbatasan, dan Satgas Pengamanan Pulau Terluar.

Dalam tugas kewilayahan, Ia meminta kepada para prajurit untuk harus dekat masyarakat. Ia mengingatkan kepada para prajuritnya tentang slogan TNI yang berbunyi “Bersama rakyat kita kuat!” selain itu, untuk mengamankan wilayah perbatasan, khususnya RI-RDTL, maka perlu adanya sinergitas dan kerjasama lintas sektor untuk menjaga keamanan di wilayah perbatasan ini. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top