EKONOMI

Kapolres Belu Keluhkan Kedaulatan Signal di Wilayah Perbatasan RI-RDTL

Kapolres Belu pose bersama para wartawan di Atambua.

ATAMBUA, Kilastimmor.com-Sering terganggunya jaringan telekomunikasi dan jaringan internet karena kuatnya signal dari Negara Timor Leste yang masuk hingga wilayah Indonesia menandakan belum adanya kedaulatan signal di Indonesia. Hal ini disampaikan Kapolres Belu, AKB Yandri Irsan kepada awak media di ruang kerjanya, pada Selasa (8/8).

AKBP Yandri mengatakan, di wilayah perbatasan bahkan hingga Kota Atambua, sering terjadi gangguan signal pada saat tertentu. “Kalau kedaulatan negara sudah. Kedaulatan signal (jaringan telekomunikasi dan internet, red) ini yang belum. “Akhir-akhir ini jaringan dari Timor Leste sering masuk sampai Kota Atambua. Terlebih pada malam hari sering terganggu,” ujarnya.

Hal ini menandakan, Indonesia belum berdaulat atas jaringan telekomunikasi dan internet di wilayahnya sendiri. “Kalau Kedaulatan Negara, sudah. Kedaulatan signal yang belum”, tuturnya.

AKBP Yandri mengungkapkan, dirinya terpaksa harus mematikan HP saat berkunjung ke daerah Perbatasan RI-RDTL Motaain karena sering terjadi roaming. Hal ini dikarenakan signal telekomunikasi di Indonesia sangat lemah, khususnya daerah perbatasan hingga kota atambua, sedangkan signal di Timor Leste sangat kuat. Akibatnya, signal di wilayah Belu sering terkena roaming. Menurutnya, kondisi ini belum disadari oleh pemerintah pusat dan juga oleh Telkomsel sebagai penyedia layanan.

“Signal kita di Atambua jadi lemah. Sebelum sampai di Silawan-Motaain, saya matikan HP saya karena otomatis terkena roaming dan saya rasakan tidak ada kedaulatan. Masakh terkena roaming di wilayah kita sendiri,” lanjutnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top