HEADLINE

Empat Terdakwa Kasus Bank NTT Jalani Sidang Perdana. JPU Dakwa dengan Pasal Berlapis

Sidang dugaan korupsi di Bank NTT.

KUPANG, Kilastimor.com-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan IT (Microsoft lisensi) pada Bank NTT tahun 2015 senilai Rp 4, 3 miliar, Selasa (26/7).

Sidang perdana itu dipimpin majelis hakim, Saiful Arif didampingi hakim anggota masing-masing Ali Muhtarom dan Ibnu Kholiq. Terdakwa Adrianus Ceme (Dirum Bank NTT), Salmun Teru (Kadiv pengadaan IT Bank NTT), Aldi Rano (anggota panitia) dan Suraida Sain (customer PT. Comparex) didampingi kuasa hukumnya, Mel Ndao Manu cs. Bertindak sebagai JPU Kejati NTT yakni Herry Franklin, Jhon M. Purba dan Andrew Keya.

JPU dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian menegaskan, para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara 2 jo pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Selain itu juga, perbuatan para terdakwa juga terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

JPU menegaskan, terdakwa Salmun Teru, Aldi Rano dan Adrianus Ceme menyetujui pembayaran secara 100 persen kepada PT. Comparex meskipun diketahui bahwa barang yang diadakan belum sepenuhnya 100 persen.

“Terdakwa Salmun Teru, Adrianus Ceme dan Aldi Rano lakukan pembayaran 100 persen kepada PT. Comparex meskipun belum diadakan 100 persen oleh PT. Comparex,” ujar JPU Kejati.

Usai membacakan dakwaan Ketua majelis, Saiful Arif memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menanggapi dakwaan JPU. Dari 4 terdakwa kasus Bank NTT hanya Suraida Sain yang mengajukan eksepsi (nota keberatan) atas dakwaan JPU.

Mega Frans selaku kuasa hukun Suraida Sain dalam persidangan mengatakan, setelah berkonsultasi dengan kliennya, maka pihaknya akan mengajukan eksepsi terkait dakwaan JPU Kejati NTT. Sedangkan 3 terdakwa lainnya tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan JPU.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada tanggal 28 September 2017 mendatang dengan agenda pembacaan nota keberatan oleh kuasa hukum, Suraida Sain. (crh)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top