EKONOMI

Bawang Merah Malaka Tembus Timor Leste

Ekspor simbolis bawang merah ke Timor Leste.

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka merupakan salah Satu daerah yang menjadi fokus perhatian Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian untuk dijadikan sebagai salah satu lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan.
Karena itu, Pemda Malaka mengaktualisasikan pembangunan sektor pertanian dengan program Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Salah Satu Komoditas yang dihasilkan RPM yakni bawang merah. Terbukti, Kamis (12/10) hari ini, dilaunching ekspor bawang merah ke Timor Leste sebanyak 30 ton. Bawang merah yang diekspor itu merupakan hasil produksi petani dari Kabupaten Malaka.

Lauching ekspor bawang merah ke Timor Leste dihadiri oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertanian Bidang Infrastruktur Negara Republik Indonesia dan Direktur Jenderal Menteri pertanian dan Peternakan Republik Demokratik Timor Leste(RDTL) didampingi Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dan sejumlah pejabat lainnya.

Dirjen Infrastruktur Kementan RI bidang, Any Andayani dalam jumpa Pers di PLBN Motamasin menjelaskan, dalam rangka mewujudkan upaya untuk membangun petani dari pinggiran, ada program dari pemerintah pusat yang disebut dengan Penguatan lumbung pangan perbatasan dengan Komoditas yang berorientasi Ekspor.
“Hari ini program ini kita wujudkan dengan mengekspor bawang merah perdana ke Timor Leste sebanyak 30 Ton dari Kabupaten Malaka. Saya mewakili pak Menteri sudah menyerahkan secara simbolis satu ikat bawang Merah kepada Dirjen Kementerian Pertanian dan Peternakan Timor Leste. Kemudian diikuti dengan peluncuran 6 Mobil truck yang masing-masing membawa bawang merah masing-masing 5 ton, menuju ke Timor Leste,” paparnya.

Terpisah, Dirjen Kementerian Pertanian dan Peternakan Timor Leste, Joanita Bendita Dacosta Jona dalam keterangan persnya menjelaskan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Indonesia Khususnya Pemda Malaka, yang sudah bersedia untuk membangun kerjasama bilateral antar kedua negara khususnya dibidang perdagangan.

“Untuk kedepannya kami akan mempelajari regulasi yang ada sehingga upaya untuk penandatanganan MOU segera dilakukan, sehingga kerjasama kita ini bisa berjalan dengan baik kedepannya,” sebutnya.

Ia berharap, dalam waktu dekat pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI bisa segera mengundang pihaknya ke Jakarta untuk pembahasan lebih lanjut mengenai MOU. (adhi teiseran)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top