HEADLINE

Offroader Nasional Eko Prasetyo Takluk di Haliwen

offroader sedang beraksi.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Offroader Nasional, Eko Prasetyo akhirnya harus takluk di tanah Belu pada Offroader hari kedua (7/10) di Sirkuit Haliwen di lanjutan kompetisi Wirasakti Offroad 2017.

Eko yang beraksi di kelas 2501-4800 Cc langsung tancap gas ketika bendera star. Eko dengan banyak pengalaman saat mengikuti berbagai kompetisi baik di tinggak nasional maupun internasional dengan mudah dan cepat melewati rintangan pertama. Rintanga-rinrangan berikut pun dengan sangat mudah. Tangannya dengan lincah memutra setir mobilnya pada belokan-belokan bergelombang.

Namun sayang, pada kubangan kedua, mobil Eko tak mampu melewatinya. Ini disebabkan karena mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan. Hingga waktu 8 menit yang ditentukan panitia, mobil Eko belum bisa bergerak. Eko pun dinyatakan gagal finis.

Ketika dikonfirmasi, Eko menjelaskan bahwa mobilnya mengalami kerusakan pada
baut depan dan belakang. Hal itulah yang menbuat Eko teroaksa harus gagal mencapai garis finis.

“Iya ini karena unsur mobil, mobil saya rusak. Baut As Kopel atau Krishapel depan dan belakangnya lepas, hilang semua” jelas pria yang sudah mengikuti berbagai kompetisi sejak tahun 1996 tersebut.

Baik cara soal medan, Eko mengakui kalau medan Offroad Haliwen cukup bagus dan menantang. Namun bagi pria yang kali ini bergabung ke Clardel Team asal Timor Leste tersebut, selain faktor medan, perlu juga ada dukungan skill dan faktor lag bagi seorang offroader.

“Medan saya kira bagus, cukup menantang. Tapi namanya offroad kadang-kadang skil, mobil bagus tapi faktor lag menentukan. Seperti ini (Mobilnya rusak) ini faktor lag,” tururnya.

Eko menuturkan bahwa sebenarnya dia mengikuti kompetisi ini hanya untuk mensuport teman setimnya dari Timor Leste Tonny Lopes. “Tujuan saya bukan untuk juara tapi hanya backup tim Timor Leste. Sembari suport tim Timor Leste, sembari main, kalau rejeki bisa menang ya syukur, tapi kalau tidak juara, memang tujuan saya bukan ke situ,” ujarnya.

Tonny Lopes yang mencacat waktu tercepat 3 menit lewat 3 detik tak ingin bicara banyak ketika ditemui media. “Ini bukan hasil akhir. Besok baru final. Selama Tuhan memberikan kesempatan, saya akan berusaha semaksimal mungkin,” pintanya.

Untuk diketahui, Wirasakti Offroad hari kedua kelas 2051-4800 Cc diikuti 24 offroader asal Kota Kupang, TTS, TTU, Malaka, Belu, dan peserta dari negara tetangga Timor Leste. Sementara untuk kelas Free For All (FFA) dan final baru akan dilaksanakan besok, Minggu (08/10). Eko Prasetyo pun masih akan mengikuti satu laga lagi pada kelas FFA.(richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top