HEADLINE

Oknum Polisi Polsek Sasitamean Diduga Perintah Pelaku Aniaya Korban di Sel

Korban Penganiyaan

BETUN, Kilastimor.com–AN (16) anak asal Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Malaka, diduga dianiaya oleh dua orang pemuda dari Desa Manulea, Kecamatan Sasitamean masing-masing, Charli dan Boni Metom.

Kasus penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polsek Sasitamean namun didiamkan. Pada (2/10) pihak Polsek Sasitamen memanggil korban, AN untuk dimintai keterangan terkait laporan penganiayan dirinya.
Namun sesampainya di Polsek Sasitamean, AN bukannya diperiksa malah disuruh mencuci mobil, motor dan membersihkan lantai.

Lebih aneh, Kanit Reskrim Polsek tersebut malah memerintahkan pelaku yang menganiaya AN yaitu Charli dan Boni Metom untuk kembali menghajar AN lagi hingga babak belur.

AN kepada wartawan di kediamannya menjelaskan, 2 Oktober lalu, sekitar pukul 07:00 Wita pagi mengemukakan, dirinya diantar oleh pamannya ke Polsek Sasitamean karena hendak dimintai keterangan terkait kasus pengeroyokan dirinya.

Namun bukannya dimintai keterangan, pihak kepolisian malah memerintahkan dirinya melakukan kegiatan lain.

“Setelah tiba di Polsek saya disuruh Cuci oto, pel lantai, dan cuci motor sampai jam 5 sore. Kemudian tepat jam 7 malam, saya sementara nonton TV di ruangan tamu, tiba-tiba saya dipanggil oleh petugas dengan inisial AZ, lalu di borgol dan langsung masuk kedalam ruangan Kanit Intel. Setelah saya masuk ke dalam ruangan, oknum polisi AZ mematikan lampu dan menyuruh dua pelaku yang dulu menganiaya saya C dan BM untuk memukul saya,” jelas Ary.

Akibat kejadian itu, AN mengeluh rasa sakit di dada.

Keluarga Korban, Johanes Bria ketika dikonfirmasi media ini, mengaku kesal dengan sikap Brigadir Polisi AZ.
“Kalau mau kasih pembinaan untuk cucu saya bukan dengan cara seperti itu. Cucu saya ini masih dibawa umur, dan dia dipanggil untuk memberikan keterangan soal kasus perkelahian itu,” Johanes.

Terpisah, Kapolsek Sasitamean AKP Claudino M. Valadares ketika dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya mengaku belum mengetahui kejadian itu dan berjanji akan menceknya dan apa bila kejadian itu benar terjadi dirinya akan mengambil tindakan tegas.

“Mulai besok saya cek. Apabila benar sesuai keterangan Korban, maka saya akan tindak tegas anggota saya yang melakukan hal itu karena saya sudah tegaskan, dalam kasus apapun ketika pelaku sudah diamankan dikantor polisi tidak boleh ada tindakan apapun terhadap pelaku, apalagi tindakan penganiayaan itu tidak boleh karena kantor polisi ini untuk berlindung bukan sebagai tempat penganiayaan,” tuntasnya. (adhi teiseran)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top