HEADLINE

Paul Liyanto Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Pancasila Perekat Bangsa

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kupang

KUPANG, Kilastimor.com-Empat Pilar MPR RI terus disosialisasikan. Salah satunya dilakukan oleh anggota MPR RI, Abraham Paul Liyanto.

Jumat (29/9) lalu, anggota MPR/DPD RI itu menggelar sosialisasi di Aula Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM) Kupang.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI diberikan kepada Civitas Akademika STIKES Citra Husada Insan Mandiri (CHMK) dan STKIP Citra Bangsa. 

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tersebut dibuka oleh Ketua Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM) Kupang, Ir. Benny Ndoenboey, M.Si sekaligus sebagai moderator.

Paul Liyanto sapaan karibnya dihadapan150 peserta sosialisasi menyampaikan sejumlah informasi tentang Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai panduan filosofis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dikatakan, pancasila telah menjadi landasan atau dasar negara dan merupakan hasil konsensus para pendiri bangsa. Karena itu, tidak boleh ada upaya untuk mengganti. Disamping itu, pancasila merupakan perekat bangsa dan hingga kini terbukti.

Sebagai generasi penerus bangsa, setiap lapisan masyarakat harus pertahankan sampai kapanpun. “Bisa dibayangkan jika negara ini dasar negaranya bukan pancasila. Pancasila merekat semua perbedaan suku, ras, agama dan antar golongan di Indonesia. Itu sudah terbukti,” tutur dia.

Ia melanjutkan, pilar kedua yakni UUD 1945. UUD merupakan sumber dari segala sumber hukum. UUD hingga kini relevan dengan kehidupan bangsa. Tentunya ini merupakan hasil pikir luar biasa para pendiri bangsa.

Pilar ketiga ungkapnya yakni, NKRI. Sebagaimana diketahui, bentuk negara ini merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, jelas tidak bisa diganti dengan bentuk negara lain, baik karena paham maupun agama. NKRI telah menjadi pilihan tepat dan tetap.

Bhineka Tunggal Ika ujarnya menjadi pilar keempat MPR RI. Pilar ini menjadi semboyan anak bangsa yang hidup dalam keberagaman. Keberagaman menjadi kekayaan bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain. Keberagaman hendaknya tidak menjadi masalah, namun dimaknai sebagai keunggulan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain.

Sesama anak bangsa harus memegang teguh hal itu, demi kehidupan berbangsa dan berbangsa yang harmonis, damai, adil dan sejahtera.

Ditanyai peserta sosialisasi tentang  rencana pengaktifan kembali GBHN oleh MPR RI, dia menjelaskan, GBHN memang penting ada, karena GBHN memuat rencana-rencana strategis yang disusun sistematis untuk pembangunan bangsa. MPR tengah mengkaji hal itu, sambil mendengar usulan solutif dari masyarakat Indonesia. (fed)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top