EKONOMI

Pemuda TTS Perkenalkan Sistem Hidroponik dan Aquaponik di Desa To’i

Pelatihan sistem tanam hidroponik dan aquaponik di Desa To'i, TTS.

SOE, Kilastimor.com-Sudah saatnya masyarakat beralih ke pertanian modern mengingat kurangnya air di wilayah Timor Tengah Selatan dan masih banyak lahan kering. Hal ini menjadi perhatian pemuda TTS dengan melakukan berbagai inovasi terutama dalam bidang pertanian baik itu pelatihan, pendampingan bahkan turun langsung ke tengah masyarakat dan salah satunya melakukan pelatihan sistem pertanian hidroponik dan aquaponik, pada Rabu (11/10) bertempat di kantor Desa To’i, Kecamatan Amanatun Selatan. Acara pelatihan itu dihadiri oleh warga desa dari 13 gabungan kelompok tani yang tersebar di semua dusun.

Dalam pemaparan materi yang dibawakan oleh Ely Neonufa, Charles Lakapu, Once Mone, Imanuel Nuban menjelaskan, hidroponik dan aquaponik adalah pekerjaan bercocok tanam dengan mempekerjakan air, dan ini alternatif bercocok tanam karna di TTS kekurangan air serta sistem ini punya beberapa kelebihan yakni hemat air, hemat tempat, waktu,tenaga dan tentu hasilnya besar. Disamping itu, bisa menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan seperti sawi, terong, cabai, kangkung, melon dan lain-lain. Pola tanam itu, bisa memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga bahkan bisa dijual.

Yuptan Banunaek Koordinator kegiatan berharap masyarakat dapat memperoleh ilmu dari pelatihan ini untuk selanjutnya mempraktekkan dan kalau bisa kedepan Desa To’i jadi contoh di TTS karna baru diperkenalkan dan pemuda siap untuk mendampingi masyarakat.

Sementara Kepala Desa To’i, Jitro Lakapu pada kesempatan tersebut mengungkapkan trimakasih kepada Pemuda TTS yang mau peduli dengan masyarakat lebih pelatihan hidroponik dan aquaponik. “Saya punya impian kedepan Desa To’i menghijau di setiap rumah warga dengan tanaman yang nantinya jadi konsumsi dalam rumah tangga,saatnya kita beralih ke pertanian modern yang mana hidroponik dan aquaponik adalah pilihannya.

Lebih lanjut kata Jitro, kedepan program ini akan dimasukkan ke dalam RPJM Desa karna masyarakat sudah harus bisa merubah mental komsumsif ke produktif.

Setelah pemaparan materi dilanjutkan pelatihan cara menanam dengan berbagai macam wadah seperti gelas aqua,bambu,dan pipa.masyarakat sendiri sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut yang sedianya dilaksanakan dua hari. (rik)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top