HEADLINE

Polsek Malaka Timur Belum Pastikan Pembobol Brankas SMA Seon

Ini brangkas SMA Seon yang dibobol maling.

Teka- Teki Pelaku Pencurian 131 Juta Di SMA Seon Belum Terjawab

BETUN, Kilastimor.com-Pelaku pencurian uang tunia senilai Rp 131 juta di SMA Seon belum juga terungkap dalam penyelidikan pihak Polsek Malaka Timur.

Kasus pencurian yang diperkirakan terjadi pada 26 Agustus dini hari masih tanda tanya.
Uang dana Bos tahap II yang tersimpan dalam brankas di ruang kepala sekolah digasak kawanan pencuri.

Kawanan pencuri diduga masuk ke ruang kepala sekolah dengan cara merusak gembok pintu ruangan kepala sekolah.
Usai masuk, kawanan pencuri langsung membobol brangkas dan menggasak uang tunai Rp 131 juta.

Sejumlah saksi telah diperiksa. Pihak kepolisian menduga pelaku pencurian mengenal baik lingkungan sekolah.
Dari keterangan saksi diketahui, keberadaan uang dalam berangkas hanya diketahui oleh kepala sekolah Seon, Rostia Bere dan Bendahara, Baltasar Moruk Rusan.

Selain mengasak uang Rp 131 juta, komplotan pencuri juga mengasak alat pemotong rumput, wireless dan stavol yang berada di ruangan tata usaha.

“Dari hasil pemeriksaan diketahui saat kejadian, penjaga sekolah tidak berjaga di sekolah karena sakit. Sementara para guru mengaku tidak mengetahui jika uang dana BOS senilai Ep 131 juta tersebut disimpan di ruangan kepala sekolah.
Keberadaan uang tersebut hanya diketahui kepala sekolah dan bendahara.

Kapolsek Malaka Timur Iptu Filomena Bene Bere, SH saat dikonfirmasi, Jumat (6/10/2017) melalui Kanit Reskrim Polsek Malaka Timur Bripka Robianus Aten mengemukakan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan para saksi pihaknya belum mendapatkan saksi petunjuk. “Kuat dugaan para pelaku mengenal baik lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah,” ungkapnya.

Kejadian pencurian di SMA Seon lanjut Robianus, sudah terjadi sebanyak 3 kali. Anehnya, mesti sudah beberapa kali dimasuki kawanan perampok, kepala sekolah SMA Seon tetap nekat menyimpan uang dalam jumlah besar di sekolah.

“Pada aksinya yang pertama kawanan pencuri yang masuk ke ruangan laboratorium tidak mencuri apa-apa. Pada aksinya yang kedua, kawanan pencuri masuk ke ruangan kepada sekolah. Informasi dari kepala sekolah barang yang hilang hanya beberapa lembar materai, namun ada juga informasi jika uang tunai 1 juta raib dari ruangan tersebut,” jelas pria berkulit hitam manis ini.

Untuk mengungkap siapa pelaku pencurian tersebut lanjut dia, pihaknya akan meminta petunjuk ahli brankas untuk mengetahui apakah brankas tersebut dibuka dengan cara dirusak, ataukah dibuka baru dirusak.

Selain itu, pihak penyidik juga akan melakukan gelar perkara di Polres Belu untuk menentukan langkah selanjutnya untuk mengungkap kasus tersebut. (adhi teiseran)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top