HEADLINE

Bea dan Cukai Atapupu Belum Mampu Ungkap Pelaku dan Pemilik Penyelundupan Moge HD

Ini BB Moge HD yang diamankan Bea Cukai Pelabuhan Atapupu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penyelundupan Motor Gede (Moge) Harley Davidson (HD) telah digagalkan Bea Cukai sejak dua bulan lalu di Pelabuhan Atapupu, Selasa (3/10).

Hanya saja pihak Bea dan Cukai belum mampu mengungkap pengirim barang yang sudah jelas asal usulnya. Bahkan setelah ditangani oleh Bea dan Cukai Pusat dan Kanwil Bali-Nusra pun masih belum mampu mengungkap pelakunya.

Ketika awak media mendatangi kantor Bea dan Cukai di Pelabuhan Atapupu pada Selasa (28/11/2017), kantor terlihat kosong. Hanya ada salah seorang Security yang menjaganya.

“Saya seharian berjaga di sini sendirian. Biasanya kami selalu gantian setiap harinya,” tuturnya.

Menurut pengakuannya, sampai saat ini, pihak Bea dan Cukai belum tahu siapa pengirimnya. Hal ini karena pihak Bea dan Cukai masih menunggu si pengirim datang mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya.

“Sampai saat ini belum ada yang datang mengaku sebagai pemilik barang,” ujarnya.

Untuk diketahui, Moge HD tersebut diselundupkan dari Timor Leste ke Indonesia melalui PLBN Mota’ain. Rencananya, barang-barang tersebut akan dibawa ke Surabaya melalui Pelabuhan Atapupu.

Saat itu, pihak Bea dan Cukai sudah menghubungi pemilik barang yang bernama Doni via telepon seluler. Namun, setelah 1×24 jam Doni tidak datang, maka, pihak Bea dan Cukai membongkar gembok container dan mendapati Moge HD yang dipreteli dalam belasan peti kemasan.

Setelah pembongkaran tersebut, pihak Bea dan Cukai Atambua menyerahkan pencacahan tersebut kepada pihak Bea dan Cukai Pusat dan Kanwil Bali-Nusra. Pencacahan pun dilakukan di Kantor lama Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak. Setelah mencegah, pihak Bea dan Cukai kembali menyegel yang ada dalam 25 peti kayu itu.

“Untuk pencacahan sudah selesai. Semua ada 25 kotak,” ujar security.

Setelah pencacahan tersebut, semua orang dilarang masuk ke ruang pencacahan selain petugas. Untuk menjaga agar orang tidak masuk, maka ruangan tersebut di segel dan kuncinya dibawa oleh petugas. Security yang menjaga pun dilarang untuk masuk ke dalam ruangan.

“Kami hanya jaga di luar karena dilarang untuk masuk ke dalam”. Demikian ujarnya. “Memang sepi, tapi ini sudah jadi tugas kami”, lanjutnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top