HEADLINE

Bengkel APPeK Temukan 582 Ruang Kelas SD di Kabupaten Kupang Rusak Berat

OELAMASI, Kilastimor.com-Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kupang berjumlah 353 unit, dengan jumlah ruangan sebanyak 2.464 buah. Dari total itu, terdapat  510 ruang kelas dalam kondisi baik (21%), 235 ruang kelas rusak sedang (9%), 1.137 rusak ringan (46%) dan 582 ruang kelas dengan kondisi rusak berat (24%).

Kondisi 353 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kupang ini, dibeberkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Bengkel APPeK, dalam kegiatan bertajuk diseminasi hasil riset evaluasi tata kelola pembangunan/rehab ruang kelas tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang, pada Senin (27/11), di Hotel Imma Kupang

Kondisi dari 353 SD di Kabupaten Kupang tersebut, dibeberkan koordinator program program #SekolahAman Alfred Ena Mau. Pada kesempatan ini, Alfred menjelaskan bahwa, kondisi 353 SD di Kabupaten tersebut, merupakan hasil riset yang dilakukan Bengkel APPeK bekerjasama dengan Yappika Action Aid, untuk program #SekolahAman.

Dijelaskan, hasil riset terasebut diperoleh melalui wawancara yang dilakukan beberapa waktu lalu bersama pihak dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, UPTD Kupang Timur dan Kupang Barat, Komisi C DPRD Kabupaten Kupang yang menangani bidang pendidikan, pihak sekolah (kepala sekolah dan perwakilan orangtua non komite).

“Kegiatan ini kita lakukan dengan harapan mendapatkan masukan, usul dan saran demi perbaikan tata kelola pembangunan/rehab ruang kelas tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang” jelas Alfred.

Lebih lanjut, Alfred membeberkan  adanya sejumlah temuan  adanya indikasi perencanaan yang belum mengedepankan prinsip responsivitas, transparansi dan akuntabilitas. Dimana, dalam proses pelaksanaan perencanaan, masih ditemui beberapa persoalan. Disebutkan, persoalan-persoalan tersebut antara lain, belum efektifnya peran dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dalam melaksanakan kegiatan yang termuat dalam Rencana Kerja (Renja), terlambat diterimanya Juknis atau Juklak dan belum jelasnya mekanisme realisasi pembangunan.

Tak hanya itu, dikatakan Alfred, keterlambatan waktu pelaksanaan dan pencairan anggaran kegiatan juga, menjadi pengganjal realisasi pembangunan/rehab ruang kelas SD di Kabupaten Kupang. Dampak dari persoalan ini adalah masih ditemukannya inkonsistensi sekolah target penerima realisasi bantuan. 

“Dalam temuan kita dijumpai ada sekolah yang tidak masuk perencanaan namun justru mendapat bantuan. Sebaliknya sekolah yang sudah masuk rencana malah tidak ada realisasi pembangunan” beber Alfred.

Untuk diketahui bahwa, dalam kegiatan riset tersebut, direkomendasikan tiga point penting.  Terkait kondisi 353 SD, direkomendasikan, perlunya mekanisme atau standar tata kelola pembangunan RKB maupun rehab ruang kelas, perlu dirumuskan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan pemangku kepentingan lain, termasuk DPRD. (qrs)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top