HEADLINE

BPBD Belu Bentuk Komunitas Relawan Sungai

Komunitas Relawan Sungai

ATAMBUA, Kilastimor.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bekerjasama dengan Pemkab Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan pembentukan dan pengembangan Komunitas Relawan Sungai di Aula BPBD, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, pada Selasa (7/11/2017).
Tujuannya untuk melakukan normalisasi sungai yang ada di Kabupaten Belu yang berpotensi bencana alam.

Normalisasi sungai adalah menciptakan kondisi sungai dengan lebar dan kedalaman tertentu. Tujuannya agar sungai mampubmengalirkan air sehingga tidak terjadi luapan dari sungai tersebut.

Sungai adalah salah satu sumber air yang esensial terhadap kehidupan. Sungai juga merupakan bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah di sekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, rawa, atau ke sungai yang lain. Sungai memiliki fungsi sebagai sumber air baku, irigasi, pengendalian banjir, dan saluran makro perkotaan.

Menurut Dinas PU, sungai sebagai salah satu sumber air mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat. Sedangkan PP nomor 35 tahun 1991 tentang sungai menjelaskan sungai merupakan tempat dan wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan.

Sesuai Ketentuan Peraturan Mentri Pekerjaan Umum nomor 63 tahun 1993 tentang garis sempadan sungai, daerah manfaat sungai, dan daerah penguasaan sungai menjelaskan bahwa jarak lebar sempadan sungai di perkotaan tidak kurang dari 15 meter dan di wilayah luar perkotaan bisa mencapai 100 meter.

Kondisi sungai di Indonesia mengalami berbagai permasalahan diantaranya, pengendapan sungai yang diakibatkan karena pengendapan lumpur akibat erosi dan sempadan sungai yang menyempit karena tumbuh pemukiman liar di sekitar bantaran sungai. Selain itu, rusaknya fungsi sempadan karena dikonversi untuk lahan pertanian, perkebunan, dan perumahan.

Untuk mengatasi beberapa permasalah di atas, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belu, Alfons Kehi membentuk Komunitas Relawan Sungai. Gerakan membentuk komunitas relawan sungai ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Belu saja, tapi juga di 126 kabupaten/kota di Indonesia.

Direncanakan, komunitas Relawan Sungai di Kabupaten Belu ini melibatkan 1000 orang dari semua unsur lapisan masyarakat. Mereka yang terlibat dalam komunitas ini minimal memiliki keterampilan dasar untuk menanggulangi banjir di daerah bencana. Karena itu, BPBD mengadakan sekolah sungai untuk tiga hari ke depan.

Pembentukan komunitas ini dianggap penting karena penanggulangan bencana akan efektif bila diawali dengan gerakan pengurangan resiko bencana dibandingkan kegiatan yang sifatnya represif setelah terjadinya bencana karena akan memakan biaya yang cukup besar.

Melalui kegiatan pembentukan dan pengembangan komunitas/relawan sungai ini, Alfons Kehi berharap kepada para peserta agar dapat meningkatkan kemampuan secara mandiri dalam menanggulangi bencana banjir di Kabupaten Belu. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top