HEADLINE

HI dan Bengkel APPeK Gelar Workshop Bagi Media

Diskusi dalam work shop media.

KUPANG, Kilastimor.com-Dalam rangka mendorong media untuk paham tentang keberpihakan terhadap kelompok rentan, maka Handicap International (HI) dan Bengkel APPeK, mengelar workshop bagi media. Workshop yang bertajuk “Mendorong Kerja-Kerja Pemberitaan yang Berpihak Pada Kelompok Rentan dalam Pembangunan Lokal” di hotel Naka, pada Selasa (7/11).

Mengawali kegiatan ini, Deputi Project Manager, Yoris Bella menjelaskan tentang keberadaan HI. Dijelaskan Yoris, Handicap HI adalah sebuah organisasi kemanusiaan internasional yang dibentuk pada tahun 1982. NGO ini bekerja di bidang solidaritas internasional yang mempunyai fokus pada disabilitas di lebih dari 55 negara di dunia.

Di Indonesia sendiri, telah bekerjasama erat dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, dalam rangka melaksanakan kegiatan yang memungkinkan penyandang disabilitas dan kelompok rentan di Indonesia untuk mendapatkan akses pelayanan yang lebih baik, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam kehidupan sosial dan politik.

Untuk NTT sendiri, HI telah lebih dari 5 tahun bekerja di Nusa Tenggara Timur. Dikatakan, untuk mengimplementasikan berbagai proyek, seperti Pengurangan Risiko Bencana Inklusif, Dukungan bagi Pendidikan yang Inklusif, Advokasi untuk Perubahan, dan Dukungan bagi Organisasi Penyandang Disabilitas.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), BPBD, Bappeda di tingkat provinsi maupun kabupaten, serta Organisasi-organisasi Penyandang Disabilitas dan Organisasi Masyarakat Sipil lainnya,” jelas Yoris.

Terkait pelatihan ini, Yoris mrnjelaskan, Sejak 2016, HI bermitra dengan Bengkel APPEK, telah melakukan proyek advokasi untuk perubahan atau Advocation For Canges (AfC). Menurutnya, project ini didukung penuh Uni Eropa (EU). Melalui proyek HI berupaya untuk meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Ditambahkan, dalam upaya pembangunan lokal yang inklusif, HI dan Bengkel APPeK mendorong upaya tersebut di tingkat desa. Sebelumnya, HI sudah memfasilitasi workshop tentang perencanaan pembangunan yang partisipatif dan inklusif, bagi aparat di 3 kelurahan dan 3 desa di tingkat Kota dan Kabupaten Kupang.

Selain bekerjasama dengan aparat pemerintah, proyek ini juga mengamanatkan untuk berjejaring juga dengan media. Jejaring dengan media ini penting untuk menyebarkan cerita-cerita baik yang sudah muncul selama ini.

Diharapakan, melalui workshop tersebut, dalam kerja-Kerjanya, media dapat menyampaikan pemberitaan yang berpihak pada kelompok rentan dalam Pembangunan Lokal, yang partisipatif bagi Jurnalis di kota Kupang dan kabupaten Kupang.

Diharapkan juga menurut Yorus, media juga perlu merumuskan kira-kira apa yang bisa kita lakukan bersama ke depan dalam mewujudkan pemberitaan pembangunan daerah yang inklusif dan partisipatif.

Untuk diketahui bahwa, dalam workshop ini, hadir sebagai narasumber Vincen Bureni, Direktur Bengkel APPeK dan Serafina Bete, Direktur Persani NTT. Hadir pula dalam kesempatan ini beberapa wartawan dari beberapa media cetak dan online di kota Kupang. (qrs)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top