HEADLINE

HUT ke-32 THS-THM: Kekuatan THS-THM Tidak Pada Fisik, Tapi Batin

THS-THM Belu Utara gelar acara.

ATAMBUA, Kilastimor.com-THS-THM Korwil Belu Utara, Keuskupan Atambua mengadakan HUT ke-32 di Paroki Roh Kudus Halilulik pada 11-12 November 2017. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjalin silahturahmi antar anggota THS-THM saja, tapi juga membaharui iman para anggota THS-THM di Korwil Belu Utara.

Kegiatan diawali dengan peranakan dari terminal Halilulik menuju Paroki Halilulik. Perarakan ini juga diiringi drumband oleh anak-anak SDK Halilulik. Setiba di Paroki Halilulik, para rombongan disambut oleh para tua adat dengan Hase-Hawaka atau tegur sapa dengan menggunakan bahasa adat suku tetum.

Acara dilanjutkan dengan uparaca peringatan HUT THS-THM ke-32. Selain upacara, ada pula ceramah rohani dan penguatan pengetahuan organisasi yang diberikan oleh Rm. Roni Fenat, Pr. Ada pula meditasi bersama yang dipimpin oleh Julio Elio dari ranting Haliwen. Peserta yang hadir dalam acara inu lebih dari 300 orang.

Lince Fahik dari Sub Ranting Lebur mengatakan bahwa karena cinta dengan organisasi ini. Selain itu, kami juga ingin mengikuti berbagai kegiatan iman yang selama kegiatan HUT THS-THM ini.

Koordinator Belu Utara, Elias Mali dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diadakan secara bergilir. Tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin silahturahmi antara anggota THS-THM. Dengan demikian hubungan kekeluargaan dapat terjaga dengan baik.

Elias Mali mengatakan bahwa saat ini, semakin banyak anggota THS-THM dan juga ranting yang terbentuk di setiap paroki. Akan tetapi, dengan semakin banyaknya anggota THS-THM ditambah dengan pesatnya perkembangan jaman, THS-THM pun mulai kehilangan jati dirinya. ” Nilai-nilai yang kita tanamkan sejak awal, sudah semakin hilang”, ujarnya.

Elias Mali berpesan kepada ranting-ranting yang memiliki banyak anggota agar paham soal struktur dan mekanisme dalam organisasi THS-THM. Banyak persoalan yang terjadi, tapi mereka tidak paham mau disampaikan ke siapa.

Dijelaskan, apabila ada permasalahan di ranting, sampaikan ke ketua ranting. Bila tidak selesai, maka diselesaikan di korwil Bila tidak selesai dictataran korwil, bari kita sampaikan ke distrik.

“Kita coba belajar dari hal-hal yang kecil sehingga kita dapat bertanggung jawab pada hal-hal yang besar”, pesannya kepada para anggota THS-THM.

Rm. Roni Fenat selaku Penasehat THS-THM Rantig Paroki Roh Kudus Halilulik menjelaskan bahwa THS-THM, pada awalnya, masuk ke keuskupan atambua mengalami tantangan yang besar. Tantangan terbesar saat itu datang dari Uskup Atambua, MGR. Anton Pain Ratu, SVD. Beliau meminta agar THS-THM harus mampu menunjukan jatidirinya sebelum diakui gereja. “Tantangan inilah yang membuat THS-THM menjadi besar seperti saat sekarang”.

Bagi Rm. Roni Fenat, Pr., perjalanan THS-THM adalah sebuah perjalanan yang panjang. Tapi, dengan keyakinan pada Tuhan Yesus dan Bunda Maria, kita terus maju hingga Saat ini.

Rm. Roni Fenat, Pr. berpesan kepada para anggota THS-THM bahwa selama kita berbuat baik,maka organisasi THS-THM akan terus berkembang, tapi bila tidak berbuat baik, maka akan musnah tergilas jaman.

“Kita sudah matang, dan terus berbenah diri. Satu hal penting, jangan pernah kita melecehkan organisasi yang lain”, ujarnya.

Pada HUT THS-THM ke -32 ini, Rm. Roni Fenat, Pr. meminta agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya sekedar untun melepas kangen, tapi kita terus membaharui iman kita.

“Kekuatan THS-THM tidak pada fisik, tapi pada Sabda Allah karena Sabda Allah adalah fondasi hidup iman kristiani. Kekuatan THS-THM tidak pada fisik, tapi pada batin. Batin mengalahkan semua kekuatan di dunia”, pesannya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top