HEADLINE

Ketua TP PKK Pusat Kunjungi Malaka

Pose Ketua TP PKK Pusat, Bupati Malaka bersama kepala desa penerima bantuan.

BETUN, Kilastimor.com-Ketua TP PKK Pusat, dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo berserta rombongan sebanyak 24 orang, didampingi Wakil Ketua PKK Provinsi NTT, Theresia Litelnoni mengunjungi Kabupaten Malaka.

Rombongan itu disambut secara resmi Pemda Belu dan Malaka di Bandara AA. Bere Tallo, Atambua, Kabupaten Belu. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Betun, Malaka dan diterima Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

Kunjungan Ketua TP PKK Pusat itu, dalam rangka Penguatan Kelembagaan PKK melalui 10 Program Pokok PKK di Desa Badarai dan Alas Selatan.

Ketua Tim TP PKK Pusat menyebutkan TP PKK Kabupaten Malaka hendaknya bisa memperkuat peran PKK demi kesejahteraan keluarga. “Mari perkuat lembaga ini demi kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Dia berharap PKK Malaka melakukan inovasi dan terus bersama masyarakat. Dengan demikian masyarakat terdorong untuk maju.

Dikemukakan, selain kegiatan PKK, hadir juga Organisasi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE). OASE merupakan perkumpulan istri Menteri Kabinet Kerja. Organisasi ini difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang mendukung dan mendorong perubahan Indonesia sesuai dengan program pembangunan Nawacita dan Revolusi Mental.

Revolusi Mental yang diatur disini adalah perubahan pada kehidupan masyarakat Indonesia yang diperkuat melalui 6 program strategi strategis yakni, bisa, Kewargaan, Mandiri, Kreatif, Saling Menghargai dan Gotong Royong.

Dia melanjutkan, masih banyak isu sosial yang ada di masyarakat sekarang seperti maraknya korupsi, intoleransi, tawuran remaja, tindak kekerasan, aksi kriminalitas, kerusakan lingkungan dan sebagainya, yang sebetulnya berakar dari masih lemahnya kualitas para individu, lemahnya pembangunan sistem serta minimnya strategi dalam pengorganisasian masyarakat.

Oleh karena itu, tema revolusi mental memang sangat cocok untuk dilakukan pada saat ini. Artinya, program-program yang dilaksanakan oleh OASE Kabinet Kerja lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan sistem terpadu dan pembentukan pola pikir (mindset) atau soft skill masyarakat yang dapat membawa Indonesia menjadi negara yang bedaulat, produkti dan mandiri, serta berkepribadian di mata dunia.
(adhi teiseran)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top