HEADLINE

Mantan Kadis Kesehatan Belu Ajukan PK Terkait Korupsi Pengadaan Ambulans

KUPANG, Kilastimor.com-Mantan Kadis Kesehatan Belu, dr. Lau Fabianus mengajukan Peninjauan Kembali (PAK) kepada MA, dan kini masuk tahap persidangan.

Pantauan media ini, sidang perdana PK yang diajukan Lalu Fabianus, digelar Kamis (30/11). Sidang itu sendiri dimulai sekitar pukul 14.26 Wita.

Sidang perdana itu dipimpin oleh Ketua Majelis, Paula A. Nino, SH, MH didampingi dua hakim ad hoc Tipikor, Ibnu Kholik SH dan Gustap Marpaung SH bertempat di Pengadilan Tipikor Kupang.

Usai membuka sidang, Majelis Hakim kemudian memeriksa identitas pemohon PK dr. Lau Fabianus dan Yeswelda Mali, dengan termohon adalah Kejaksaan Negeri Atambua yang diwakili oleh, Dany Agusta,SH.

Setelah memeriksa identitas pemohon dan termohon, Pemohon menyerahkan memori PK kepada Majelis dan kepada termohon.

Selanjutnya termohon diberikan kesempatan menjawab memori PK, namun karena tanggapan termohon atas memori PK dari pemohon belum disiapkan oleh termohon, maka Dany meminta waktu kepada Majelis Hakim, agar termohon bisa menyiapkan tanggapan atas Memori PK pemohon. Akhirnya sidang disepakati untuk dilanjutkan pada Kamis (7/12) dengan agenda tanggapan termohon, dan pemeriksaan alat bukti.

Terpisah, dr. Lau Fabianus yang ditemui oleh media seusai sidang mengatakan, pihaknya selaku pemohon telah menyiapkan alat bukti berupa surat dan saksi.

Adapun surat berupa salinan putusan pengadilan tingkat pertama hingga salinan putusan MA. Sementara saksi yang sudah ada yakni Helio Caitano Moniz, selaku pengacaranya yang selalu mendampingi dirinya dari awal sidang hingga hari ini. “Pak Heli yang mengetahui semua persoalan saya,” kata dr. Lau Fabianus.

Helio Caitano Moniz salah satu Lawyer yang diajukan menjadi saksi kepada media mengatakan dirinya sudah siap bersaksi untuk kepentingan kliennya, dengan harapan agar permohonan PK dapat diterima dan diproses secepat mungkin di sini.

“Kita harap bisa segera diproses, dan berkas-berkas bisa dikirim ke Mahkamah Agung,” tuturnya.

Terkait inti permohonan PK, Helio mengatakan ada beberapa dasar pertimbangan dan semuanya akan ikuti bersama dalam persidangan.
Salah satu dasar pertimbangannya bahwa kasus ini bermula dari pengadaan kendaraan bermotor berupa mobil ambulans di Dinkes Belu pada tahun anggaran 2007/2008.

Kliennya ada 3 orang, dan dua di antaranya adalah yang menjadi pemohon dalam sidang PK hari ini. Sedangkan satu
klien lainnya adalah yang kontraktor yang pada akhirnya diputus bebas oleh MA, dan masih banyak hal lain yang menjadi dasar pertimbangan.

Diharapkan agar media terus mengikuti perkembangan kasus ini karena akan ada banyak hal yang nantinya akan ditemukan dalam persidangan selanjutnya. (dinho)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top