HEADLINE

Nasib Pimpinan Satpol PP Diujung Tanduk. Bupati Sudah Keluarkan Memo

JT. Ose Luan

Jabatan Pimpinan Satpol PP di Ujung Tanduk

ATAMBUA, Kilastimor.com-Nasib Pimpinan Satpol PP Kabupaten Belu bagai telur diujung tanduk. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan disela acara Coffee Morning yang diadakan Inspektorat Kabupaten Belu di Taman Fronteira Garden, pada Rabu (15/11/2017).

“Penilaian akan diberikan mulai dari Kasat, Sekretaris, hingga pimpinan-pimpinan lain yang ada di Satpol PP”, tegas Ose Luan sembari melanjutkan, dirinya juga mengaku telah mendapat memo dari Bupati Belu, Willybrodus Lay terkait masalah tersebut.

“Lucunya, Sekretaris itu salah satu pimpinan Satpol PP. Para jaksa hadir karena Istri dari Sekretaris Satpol PP adalah orang kejaksaan. Bayangkan suami punya orang pukul istri punya orang. Ini model apa ini,” ujarnya sembari tertawa.

Lebih lanjut dikatakan, tanggung jawab harus diberikan kepada sekretaris dan istrinya. Mengapa kalian yang adalah orang Satpol PP dan Kejaksaan yang menyiapkan miras bagi para anggota Satpol PP. Ini perbuatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh aparatur negara.

Ose Luan menuturkan, kesalahan dari anggota Satpol PP adalah mabuk. Selain itu, Anggota Satpol PP dengan menggunakan seragam lengkap mengeroyok jaksa yang saat itu juga menggunakan seragam lengkap. Baginya, hal tersebut merupakan sebuah tindakan yang tak dapat ditolerir.

Ketika menemui Kasad Pol PP, Ose Luan bertanya, “Kok orang Pol PP bisa mabuk, padahal mereka yang harus menertibkan orang mabuk? Kok Pol PP bisa miras, padahal merekalah yang seharusnya menertibkan miras?”

Dengan melakukan hal demikian, menurut Ose Luan, anggota satpol PP telah melawan tupoksi dan fungsinya sendiri. Dikatakan, Satpol PP seharusnya mengamankan orang-orang mabuk, malah asik miras.

“Mereka yang seharusnya mengamankan itu, malah mereka sendiri yang melakukan hal itu, ditambah lagi mereka juga yang menjadi algojo pemukul saat masih menggunakan uniform…. Ini sebuah kejahatan melawan hukum yang sangat tidak terhormat”, ujarnya dengan nada tinggi sembari mengerutkan dahinya.

Hal ini menjadi pembelajaran bersama terkait perekrutan anggota Satpol PP dengan banyaknya arogansi anggota Satpol PP di Lapangan.

“kami akan mengambil tindakan khusus terhadap mereka yang tenaga kontrak untuk langsung diberhentikan”, tegas Ose Luan. Tindakan administrasi dan hukuman kedisiplinan juga akan diberikan kepada para Pelaku PNS oleh Pemda Belu setelah proses di kepolisian selesai.

Sebelumnya diberitakan oleh media ini bahwa Kasi Intel Kejaksaan Negeri Atambua, Charles Hutabarat dan Jaksa, David Sintong Manulang dikeroyok oleh sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Belu, pada Kamis (9/11/2017) saat menghadiri acara syukuran Sambut baru di Rumah Sekretaris Satpol PP, Heribertus Mau Tes di Fatubanao B, Kelurahan Fatubanao, Kecamatan Kota Atambua. Sampai saat ini sudah di tetap 8 orabg tersangka oleh pihak penyidik Polres Belu. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top