HEADLINE

Pejuang Gender dan Anak Harus Miliki Semangat Rela Berkorban

Ketua PKK Belu, Lidwina Vivi Ng. Lay menyampaikan materi.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Seorang pegiat masalah perempuan dan anak perlu mempunyai semangat rela berkorban. Demikian disampaikan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu, dr. Joice Manek saat membuka rapat pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Belu yang berlangsung di gedung Dharma Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (16/11/2017).

Terbentuknya P2TP2A merupakan angin segar dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Belu. Karena itu, P2TP2A perlu bekerja ekstra keras dalam menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut.

P2TP2A, menurut Joice, hadir di Kabupaten Belu untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. P2TP2A sendiri akan lebih fokus pada penanganan korban kekerasaan.

Joice menuturkan bahwa selama ini, penanganan kasus-kasus kekerasaan perempuan dan anak dikembangkan kepada Center Rumah Aman. Sedangkan pemberdayaan dilakukan oleh beberapa LSM baik lokal, nasional, maupun internasional. Tugasnya adalah memfasilitasi perlindungan dan kebutuhan perempuan dan anak.

“P2TP2 yang dibentuk saat ini, memiliki peran dalam upaya pencegahan, pelayanan dan rehabilitasi”, ujarnya.

Dijelaskan, P2TP2 memiliki tugas Pencegahan, pelayanan, dan rehabilitasi. Tugas pencegahan meliputi kegiatan sosialisasi, advokasi, penyuluhan, dan publikasi. Tugas pelayanan yang dilakukan adalah kesehatan, hukum, bimbingan dan konseling. Sedangkan, tugas rehabilitasi adalah pendampingan psikologis, mental dan sosial.

“Untuk itu, personil yang dipercayakan untuk memenuhi formasi P2TP2A perlu memiliki minat dalam pelayanan kepada kebutuhan perempuan dan anak, berjiwa sosial dan jangan hanya sebatas nama”, tegasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Lidwina Vivi Ng Lay mengatakan bahwa tugas perlindungan kepada perempuan dan anak merupakan panggilan. Dikatakan panggilan karena melindungi perempuan dan anak merupakan sebuah tugas kemanusiaan.

Dikatakan bahwa masih adanya banyak kasus intimidasi dan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belu. Karena itu, apa yang telah menjadi Visi dan Misi dari P2TP2A perlu dijalankan secara baik dan benar.

“Persoalan perempuan dan anak merupakan hal sensitif. Jangan sampai terjadi trauma oleh korban saat kita memberikan pelayanan”, ujar Vivi saat memimpin rapat.

Vivi berharap media massa juga harus ambil peran dalam mendukung dan mengkampanyekan tugas-tugas pemberdayaan dan perlindungan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak.

“Media harus sensitif gender. Karena itu, perlu hindari informasi yang bias gender dalam pemberitaannya”, pesan Vivi. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top