HEADLINE

Universitas Bertaraf Nasional Terbaik akan Dibangun di Atambua

Rakor di Aula Betelalenok.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. Mardani Alisera mengatakan Pemerintah Pusat berencana membangun sebuah universitas nasional yang terbaik di Atambua. Diharapkan agar Pemda Belu segera menyiapkan lahannya.

Hal ini dikatakan saat Rapat Fasilitas dan Koordinasi Pengelolaan Potensi Dalam Rangka Penguatan Permodalan Usaha Masyarakat Kawasan Perbatasan Negara di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) yang diadakan oleh BNPP Pusat di Gedung Betelalenok, Kabupaten Belu, pada Jumat (10/11/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Belu Drs. Petrus Bere, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Ir. H. J. Boy, Wakil ketua komisi II DPR RI Dr. H. Mardani Alisera, Asisten Deputi Permodalan kementrian Koperasi Dan UKM Ir. Luhur Prayanto, Perwakilan BI Provinsi NTT, dan Perwakilan BPD Provinsi NTT. Selain itu, hadir pula Camat Sekota Atambua Dan Lurah Sekota Atambua dan Para Peserta yang berjumlah Berjumlah 70 Orang.

Adapun Tujuan dari rapat fasilitasi dan koordinasi adalah menyusun rancangan kebijakan dan program penguatan permodalan yang memiliki keberpihakan pada masyarakat di kawasan perbatasan negara secara terpadu, terarah, dan berkesinambungan. Hal ini sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat kawasan perbatasan negara, khususnya Kabupaten Belu.

Sekda Belu Drs. Petrus Bere dalam sambutannya mengatakan Belu sebagai beranda negara yang baik dan patut menjadi contoh bagi beranda negara lain.

Karena itu, berbagai kebijakan dan gagasan terus dilaksanakan oleh pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Belu menjadi kabupaten perbatasan yang terus maju tanpa batas. “Oleh karna itu, hari ini kita duduk bersama untuk membicarakan Kabupaten Belu ke depan menjadi beranda perbatasan yang tidak memalukan Indonesia”, ujarnya.

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Ir. H. J. Boy dalam sambutannya mengatakan bahwa nawacita Presiden Jokowi bertujuan untuk membangun Indonesia dari kawasan perbatasan.karena itu, tugas BNPP adalah menyusun kebijakan kawasan perbatasan, menyusun anggaran, mengkordinasikan, dan melakukan pengawsan.

Dikatakan, kawasan perbatasan bukan hanya diperkuat dari sisi pertahanan saja, tapi juga perlu ditingkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan. Alasannya, dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka akan kuat juga suatu sistem pertahanan negara di perbatasan.

Kabupaten Belu adalah salah satu kawasan dari 10 kawasan perbatasan yang menjadi pusat perhatian Pemerintah dalam membangun kawasan perbatasan khususnya dalam bidang kesejahteraan masyarakat. “Percuma segala infrastruktur di kawasan perbatasan dibangun namun tidak didukung oleh ekonomi kerakyatan yang memadai”, ujarnya.

Dalam Materi Penguatan Kedaulatan NKRI Dalam perspektif Pengelolan Perbatasan yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. Mardani Alisera mengatakan bahwa negara wajib menyediakan kesehatan, kesejahteraan, dan pendidikan kepada warga negara. Menurutnya, semua itu telah terealisasi dan saat ini sedang berjalan melalui program nawacita presiden RI.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pemerintah perlu meluruskan atau mensejajarkan Kabupaten Belu sebagai etalase dari negara Indonesia. Oleh karena itu, hubungan komunikasi antara semua pihak yang terkait didalamnya harus digalakan.

Dalam perencanan ke depan, pemerintah pusat akan membangun sebuah universitas nasional yang terbaik di Atambua. Diharapkan agar Pemda Belu segera menyiapkan lahannya.

“Sumber Daya Manusia yang berkualitas itu sangat penting sekali bagi kawasan perbatasan. Tentunya hal ini akan meningkatkan taraf hidup ekonomi bagi masyarakat Belu,” tuturnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top