HEADLINE

Warga dan Kasek Keluhkan Ketidakadilan Rehab SD di Kabupaten Kupang

Diskusi Bengkel APPek soal pendidikan.

OELAMASI, Kilastimor.com-Warga dan Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kupang menyampaikan pengeluhan mereka terkait ketidakadilan rehab dan pembangunan sekolah yang dialami selama ini.

Pengeluhan tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi hasil riset evaluasi tata kelola pembangunan/rehab ruang kelas tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang, yang digelar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Bengkel APPeK, pada Senin (27/11), di hotel Imma Kupang.

Seperti dikeluhkan Kasek SD Negeri Oebali, Saul Tlonaen, terkait ketidakjelasan informasi saat memperjuangkan nasib sekolahnya. Dimana, tahun 2015 sekolahnya telah disurvey, dengan tujuan akan mendapat bantuan. Tetapi informasi tersebut lenyap dalam perjalanan. Menurutnya,  sekolahnya sudah diakomodir dalam musrenbang untuk mendapat bantuan tiga ruang kelas, tetapi janji itu tak kunjung terwujud.

“Pada 24 Juli 2017 lalu, sekolah saya sudah memasukkan proposal ke bidang sarana prasarana Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang. Kami berharap semoga sekolah ini bisa mendapat tambahan ruang kelas lagi,” harapnya.

Kepala Dusun IV Desa Sumlili Paul Muskanan Fola, saat mendapat kesempatan berbicara, juga menyampaikan keluhannya. Dirinya menjelaskan, bagaimana ketakadilan penentuan sekolah sasaran penerima bantuan yang dialami.

Dijelaskan, sekolah di tempatnya sangat membutuhkan tambahan ruang kelas. Dalam perencanaan, nama sekolahnya tercover dalam dokumen perencanaan dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi, sayangnya ketika realisasi pembangunan dilaksanakan, justru pada sekolah lain dekat sekolahnya yang menurutnya, kebutuhan ruang kelasnya masih memadai.

“Kami melihat adanya indikasi ‘permainan’ dan ketidakadilan. Dalam hal ini perlu saya tegaskan bahwa terkesan permainan antara sekolah dan dinas pendidikan kabupaten Kupang,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, koordinator program program #SekolahAman Alfred Ena Mau membeberkan, ada beberapa temuan yang dijumpai di lapangan ketika melakukan riset terkait evaluasi tata kelola pembangunan/rehab ruang kelas tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang. Dirinya mengungkapkan, ada sekolah yang tidak masuk perencanaan namun justru mendapat bantuan. Sedangkan, Sebaliknya sekolah yang sudah masuk rencana malah tidak ada realisasi pembangunan.

“Untuk itu melalui riset ini, kam merekomendasikan tiga point utama guna perbaikan tata kelola pembangunan/rehab ruang kelas tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang. Salah satunya, Basis data sekolah, khususnya SD  termasuk ketersediaan sarana prasarana lewat rekapitulasi laporan rutin sekolah, mengefektifkan Dapodik dan survey secara rutin. Selain itu, perlu penyusunan Road Map penyediaan sarana prasarana pendidikan dasar di Kabupaten Kupang. hal ini, menurut kami agar menjadi kemendesakan demi penyelesaian kebutuhan ruang kelas maupun sarana prasarana yang ada di kabupaten Kupang,” tegas Alfred.

Menanggapi hal tersebut, Kasie Sarana Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Maria F. Muni berjanji akan berupaya semaksimal mungkin, dalam melakukan prioritas perbaikan gedung sekolah yang mengalami kerusakan.

Diirinya pada kesempatan tersebut, menjelaskan tentang perannya bersama Tim Takola dalam menanggulangi sekolah-sekolah yang membutuhkan tambahan ruang kelas, tahun 2017. Dikatakan, dirinya bersama tim Takola, berhasil membantu kurang lebih 8 sekolah di Kabupaten Kupang, termasuk SD Negeri Tatelek, SD Inpres Merdeka dan beberapa sekolah lain. Dirinya dan Tim Takola akan terus berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan ruang kelas dari sekolah-sekolah lain bisa dipenuhi.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Jerry Manafe pada kesempatan tersebut,  menghimbau dan mengajak pihak sekolah, agar berani menyampaikan kepada para wakil rakyat, bila terdapat hal-hal yang dinilai merumitkan atau merugikan pihak sekolah. Ditegaskan, bahwa masyarakat dan pihak sekolah menyampaikan kepada DPRD, bila ditemui permasalahan.

Dirinya berjanji  akan mengundang  SKPD terkait untuk membantu menhyelesaikan persoalan yang ada. (qrs)    

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top