HEADLINE

Anggota PSHT Dikeroyok Massa IKS di Kobalima. Polisi Berhasil Amankan Pelaku

Ini kepala korban yang terluka akibat sabetan parang.

BETUN, Kilastimor.com-Pengeroyokan yang diduga dilakukan sejumlah anggota perguruan Kera Sakti (IKS) terhadap anggota Setia Hati Terate (PSHT) kembali terjadi.

Beruntung anggota Polsek Kobalima berhasil meredam aksi pengeroyokan yang terjadi Senin (25/12) kemarin, Namfalus, Rainawe, Kobalima, Malaka.

Kasium Polsek Kobalima Aiptu Bendito B. Klau begitu sigap melihat aksi pengeroyokan itu. Aiptu Bendito berhasil melerai dan menyelamatkan korban Mateus de Araujo L. Maica dari amuk massa yang brutal.

Aiptu Bendito B. Klau juga mengamankan para pelaku pengeroyokan ke Polsek Kobalima.

Menurut keterangan korban dan para saksi, Pada Senin 25 Desember 2017 sekira pukul 13.30 wita, korban Mateus bersama dengan temannya sedang dalam perjalanan pulang dari PLBN Motamasin. Mereka hendak menuju ke rumah korban yang berada di Dusun Sisiren, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima.

Tujuan korban dan temannya Joanino Sarmento ke PLBN Motamasin untuk menjemput Simao Gudhino de Araujo yang baru datang dari Timor-Leste melalui pintu masuk PLBN Motamasin.

Dalam perjalanan pulang, setibanya di Dusun Namfalus, Desa Rainawe, tiba-tiba korban dan dua temannya itu bertemu dengan sekelompok orang, sekira 50 orang yang datang dari arah berlawanan dengan masing-masing mengendarai sepeda motor. Gerombolan itu kemudian menghadang Korban dan para saksi.

Korban Mateus pun memberhentikan sepeda motor dan sempat korban bertanya kepada sekelompok orang tersebut. “Saya salah apa?” Dan tanpa menjawab pertanyaan korban, para pelaku langsung memukuli Korban dengan menggunakan kepalan tangan kiri dan kanan secara bertubi-tubi.

Para pelaku selanjutnya menghampiri korban dan bersama-sama menganiaya dengan cara menendang korban pada bagian perut secara berkali-kali.

Seorang pelaku lainnya yang memegang senjata tajam berupa parang, lalu menebas kepala korban bagian belakang. Akibatnya, kepala korban luka dan akhirnya jatuh dalam selokan di pinggir jalan.

Menurut keterangan korban dan saksu, para pelaku mengeroyok itu, mengenakan baju beratribut Perguruan IKS. Sementara itu, korban mengakui kalau dirinya berasal dari perguruan PSHT.

Hingga kini penyidik Polsek kobalima sementara memeriksa orang-orang yang diduga pelaku. Polisi hingga kini juga belum menetapkan tersangka. (pisto)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top