HEADLINE

Hipmikindo Gelar Open Road Race di Sirkuit Simpang Lima

Wabup Belu buka Open Road Race Hipmikindo Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam rangka merayakan hari ulang tahun yang pertama, Hipmikindo Kabupaten Belu mengadakan Open Road Race Hipmikindo I di Area Sirkuit Simpang Lima Atambua dari tanggal 14-16 Desember 2017.
Kegiatan ini tak hanya sekedar menghibur masyarakat, tapi bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Belu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah Indonesia bagian Timur Hipmikindo, Dr. Simon Nahak, Wakil Bupati Belu, Dandim Belu, dan Danki Brimob Subden II Atambua, dan jajaran Polres Belu.

Jhon Aliuk selaku ketua panitia dalam laporan panitianya mengatakan bahwa Road Race merupakan salah satu event yang perlu dibuat untuk mengembangkan bakat kaum muda dalam bidang balap sepeda motor. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu sarana hiburan bagi masyarakat kabupaten Belu. Karena itu, Hipmikindo Kabupaten Belu menggelar kegiatan tersebut.

Open Road Race I Hipmikindo tersebut diikuti juga oleh racer dari Surabaya dan Bali. Dalam Road Race yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah tersebut diperlombakan 13 kelas pada open dan 14 kelas lokal.

Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Belu saat ini memiliki banyak sekali agenda untuk menghibur masyarakat Belu. Di sela-sela banyaknya agenda tersebut, Hipmikindo hadir dengan satu agenda besar yang menghibur sekaligus membangun ekonomi kelas menengah dan kecil masyarakat Belu.

Karena itu, Beliau mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu mengucapkan limpah terima kasih kepada Hipmikindo yang bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam menyelenggarakan event besar tersebut. Baginya, dalam sebuah kebersamaan, segala sesuatu bisa dilakukan atas andil semua pihak.

“Kita bangga dengan kegiatan ini karena kegiatan ini tersisip di antara kegiatan Belu Bersinar dan Belu Bangkit”, ujar J.T Ose Luan.

Wabup sangat berharap agar kegiatan ini dapat disusun secara teratur dengan berbagai kegiatan dari Dinas Parawisata. Tujuannya agar tidak terjadinya tumpang tindih kegiatan. Dengan demikian, berbagai agenda tersebut tidak hanya menghibur masyarakat saja, tapi juga membangkitkan ekonomi kerakyatan masyarakat Belu.

Koordinator Hipmikindo Wilayah Indonesia Timur, Dr. Simon Nahak kepada media mengatakan, antusias dan animo masyarakat Belu akan balapan motor sangat tinggi. Karena itu, beliau berpikir bahwa perlu ada atensi dari pemerintah pusat akan hal tersebut. Maka dari itu, ia meminta Hipmikindo Kabupaten Belu untuk mengadakan Open Road Race dengan tujuan.

Lebih lanjut dikatakan, mengapa di seluruh dunia, bila kita bicara soal Asean,orang lebih suka berkunjung atau melakukan studi ke Malaysia? Jawabannya, karena di sana ada Formula One (F1).

Kalau melihat geografis di Indonesia, khususnya Kabupaten Belu, memiliki daya tarik tersendiri. Secara geografis, Kabupaten Belu merupakan Kabupaten yang berbatasan dengan dua negara yaitu Timor Leste dan Australia. Letak geografis ini merupakan segi tiga emas.

Karena itu, potensi ini perlu digalangkan oleh pemerintah dengan promosi Parawisata yang ada di Belu. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan kerja sama dengan pihak lain dan juga Pena Batas RI-RDTL dengan melakukan event-event yang menghibur masyarakat. Bahkan bila perlu diadakan event-event berskala nasional bahkan Internasional.

Melihat animo masyarakat dalam mengapresiasi balapan motor, maka Hipmikindo Wilayah Indonesia Timur berencana akan melaksanakan kegiatan ini secara rutin. Tujuannya, balapan motor ini juga pada akhirnya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk datang berkunjung ke Kabupaten Belu.

“Bila perlu, kegiatan ini akan kita tingkatkan dengan menghadirkan mentri agar ada perhatian lebih dari pemerintah pusat. Selain itu kita libatkan para pengusaha dan juga para investor. Saya datang ke sini saja, banyak investor yang sudah mulai melirik Kabupaten Belu,” ujar Simon.

Hal tersebut dikatakannya karena beliau berpendapat bahwa apa yang kita lakukan saat ini perlu ada efek yang baik untuk mendongkrak ekonomi masyarakat Belu.

“Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa membuka lapak-lapak bagi masyarakat untuk berjualan seperti tenun ikat, makanan khas, selendang, dan lain sebagainya. Dengan demikian, orang-orang dari kabupaten lain atau dari propinsi lain yang datang ke Belu bisa mengenal belu dengan kekhasannya. Karena itu ke depan akan kita kembangkan lagi,” tuturnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top