HEADLINE

Majelis Hakim PN Atambua Gelar Sidang Lapang di Bolan

Sidang lapangan soal sengketa tanah antara gereja dan anggota DPRD Malaka di Bolan

BETUN, Kilastimor.com-Sidang lapangan oleh majelis Hakim PN Atambua terkait kasus sengketa tanah Gereja Paroki Bolan Santo Fransiskus Xaverius dengan salah satu Anggota DPRD Kabupaten Malaka, Yosef Ama Bere Seran, kembali dilanjutkan, Rabu (06/12/2017).

Setelah pengadilan melakukan persidangan selama tujuh kali, majelis hakim melakukan sidang lapangan sekaligus untuk meninjau langsung lahan seketa antara gereja dengan anggota DPRD tersebut.

Majelis Hakim, Gustof Liuskupa ketika di jumpai awak media usai sidang lapangan mengatakan, majelis hakim PN Atambua yang menangani kasus ini meninjau objek seketa. Peninjauan agar majelis hakim bisa mengetahui apa benar, nyata tidak lahan yang disengketakan ini. Selain itu apa pihak lain yang turut menguasai lahan sengketa ini juga tidak.

Gustof menambakan, pihaknya juga ingin mengetahui secara langsung apakah batas-batas yang termuat dalam surat gugatan itu sesuai degan fakta dilapangan atau tidak, dan apakah surat itu nyata tidak di lapangan. Kita juga ingin lihat luasnya apa benar tidak, batas degan siapa, sehingga apakah benar sesuai degan yang dimuat disurat pengadilan.

Setelah Majelis hakim melakukan sidang di lapangan dan pengukuran terhadap lahan sengketa, terjadi selisi ukuran lahan antara kedua belah pihak yang termuat dalam surat gugatan.

“Memang terdapat selisi ukuran tapi sudah biasa, tapi nanti kita harus dibuktikan di dengan pembuktian di pengadilan,” tutur hakim tersebut.

Sementara itu, Romo Paulus Nahak sebagai penggugat mengemukakan, dengan majelis hakim melihat langsung di lapangan bisa mengambil sikap yang benar terkait lahan sengketa. “Semoga mereka tahu persis dan kedepan bisa memeriksa barang bukti berupa tulisan dan saksi sesuai degan keterang dilapangan,” jelasnya.

“Kita memiliki bukti-bukti yang kuat, mulai dari penyerahan tanah oleh tua adat pada saat itu dan sertifikat serta berkas-berkas lainya,” tambah dia.

Romo Paulus menyatakan tetap optimis terkait kasus ini, karena ini demi kepentingan umat dan banyak orang bukan kepentingan dirinya dan teman romo lainya.

Ditempat yang terpisah, Pengacara dari Yosef Ama Bere Seran, Silvester Nahak mengatakan, terkait materi perkara memang berbeda selisi ukuran dari hasil yang diukur dan juga pengamatan pihaknya. “Terkait objek sengketa saat ini memang ada perbedaan, tapi semua perbedaan itu kita akan membuktikan di persidangan nanti,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam persidangan itu hadir ratusan umat, THS-THM dan Pemuda mengikuti sidang lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap gereja. (pisto)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top