HEADLINE

Sidang Korupsi Dana BOS SMPN Kimbana Dilanjutkan. Mantan Kepala SMPN Kimbana Akui Kesalahannya

Sidang kasus korupsi dana BOS SMPN Kimbana di PN Tipikor Kupang.

KUPANG, Kilastimor.com-Sidang dengan Nomor Perkara 62/Pid.sus.TPK/2017/PN.Kpg atas nama terdakwa Simplisius Lorang mantan kepala sekolah SMPN Kimbana yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana BOS tahun 2011, 2012 dan 2013 telah sampai pada pemeriksaan saksi.

Sidang dengan agenda Pemeriksaan saksi yang kedua ini dipimpin oleh Jemmy Tanjung Utama sebagai Ketua majelis, dibantu oleh dua hakim anggota yang adalah hakim ad hoc Tipikor yaiti Ibnu Kholik, SH, MH dan Drs. Gustaf Marpaung, SH ini dimulai tepat pukul 21.00 Wita bertempat di pengadilan Tipikor Kupang.

Adapun saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Atambua berjumlah lima orang yaitu Ketua Komite SMPN Kimbana Martinus Mauk, anggota komite Yoseph Berek, Rudi Arifin, Sebastianus Aryanto, dan Vitalis Fransiskus Norang.

Pemeriksaan saksi dimulai dari saksi pertama Martinus Mauk sebagai Ketua Komite SMPN Kimbana. Martinus yang ditanya mengenai perannya sebagai Ketua Komite mengaku bahwa dirinya tidak pernah diundang untuk membahas perencanaan dan penggunaan BOS, bahkan dalam pertanggungjawaban akhir tahun pun, tidak melibatkan komite sekolah.

Hal ini nampak jelas dalam pernyataan saksi kedua Yoseph Berek yang adalah salah satu anggota komite SMPN Kimbana. Sebagai mitra kerja, Komite sekolah tidak pernah diundang untuk pembahasan dana BOS, kecuali kegiatan penerimaan raport siswa, penerimaan amplop saja mengenai penggunaan dana BOS tidak disinggung sama sekali.

Mengenai pernyataan ini JPU dalam hal ini Dany Agusta, SH menegaskan Komite harus tahu tugas ini, bahkan Dany ragu jangan sampai saksi berdua tidak mau tahu mengenai tugas sebagai komite. Padahal dalam Juknis jelas bahwa Komite juga mempunyai wewenang dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap dana BOS.

Selanjutnya pada saksi Rudi Arifin pemilik toko penyedia Alat Tulis Kantor (ATK) yang ditanya mengenai hubungan khusus dengan terdakwa, Rudy menjelaskan tidak ada hubungan khusus dengan terdakwa, dan mengenal pun sebatas bisnis. Selanjutnya Rudy yang ditanya mengenai adanya hutang di SMPN Kimbana tersebut menyatakan, besaran hutang selama ini yang belum tertagih masih sekira Rp 20 juta.

“Selama ini kami tagih ke Kepala Sekolah yang baru, namun jawabannya tunggu masalah ini selesai maka pihak sekolah akan melunaskan,” bilang dia.

Pada saksi Sebastianus Arianto pemilik toko yang menjual aneka kue memberikan keterangan yang sama. Dia mengatakan, sejauh ini saksi tidak mengenal sama sekali dengan terdakwa. Rudi dan Sebastianus yang ditanya mengenai tahu atau tidaknya sumber dana dari BOS ini menjawab kalau mereka tidak bertanya bahkan tidak mempunyai hak untuk bertanya sampai hal itu.

Selanjutnya Saksi Vitalis Fransiskus Lorang tukang ojek yang adalah adik dari terdakwa ini bersaksi, jauh sebelum kasus ini muncul dirinya yang sering membantu membeli dan mengantar makanan atau snek yang dibeli oleh pihak sekolah SMPN Kimbana.

Dalam kesaksiannya Frans sang ojek mengatakan, dirinya tidak tahu sumber dana ini dan tidak mengetahui adanya penyelewengan dana oleh terdakwa, karena tugasnya sebagai tukang ojek adalah hanya membeli, mengantar sesuai apa yang dipesan sekolah. Setelah dirinya itu menerima bayaran jasa dari itu.

Selanjutnya Penasihat hukum terdakwa Bernad Anin SH dan Johni Liunima SH bertanya soal keseharian bahkan gaya hidup terdakwa. Para saksi menjawab terdakwa hidup sederhana tidak mempunyai mobil dan mempunyai tanggungan keluarga. Selanjutnya penasihat hukum bertanya apakah para saksi pernah diajak kompromi oleh terdakwa untuk menggunakan dana BOS bersamaan. Para saksi menjawab tidak.

Setelah pemeriksaan saksi dengan pertanyaan pertanyaan yang ada, Majelis Hakim bertanya kepada Terdakwa mengenai kebenaran dari kesaksian kesaksian yang diberikan.

Pada kesempatan ini Terdakwa menyampaikan dengan penuh keyakinan bahwa “dari semua kesaksian yang ada tidak satupun yang salah. Semua benar
Adanya, saya yang salah. Saya mengaku bersalah”.

Setelah berkata demikian Majelis hakim memberi kesempatan kepada Jaksa untuk memastikan berapa saksi lagi yang disiapkan. Dany menjawab masih ada lima saksi yang disiapkan dan ditambah dengan satu ahli.

Menanggapi pernyataan itu majelis mengatakan sidang selanjutnya masih pada agenda yang sama pemeriksaan saksi. Dan untuk pemeriksaan saksi itu sidang akan dilanjutkan pada Selasa 19 Desember 2017 dengan menghadirkan terdakwa dalam ersidangan. Selanjutnya hakim menutup sidang. (dinho)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top