HEADLINE

Tak Puas dengan Hasil Pilkades, Ratusan Warga Maudemu Datangi Kantor DPMD

Warga Desa Maudemu ketika berada di gedung DPRD NTT

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ratusan warga Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen menggelar aksi protes ke gedung kantor DPMD Belu, pada Kamis (21/12/2017).
Aksi protes yang dilakukan ratusan warga Maudemu tersebut terkait proses pilkades di Desa Maudemu lantaran dianggap cacat hukum dan sarat ketimpangan.

Irene Vinsensia Lawa yang mengkoordinir aksi tersebut memaparkan sejumlah ketimpangan yang mencuat pasca Pilkades Maudemu 5 Desember lalu.

Ketimpangan tersebut antar lain ada beberapa warga dari luar desa yang ikut menggunakan hak pilih dalam Kades belum lama ini. Selain itu adanya belasan surat suara yang dicoblos beberapa kali dalam kotak gambar calon namun dianggap tidak sah padahal belum menyalahi aturan.

Diterangkan, sejumlah warga dari desa lain yang ikut memberikan dukungan suara pada Pilkades 5 Desember lalu yaitu Donatus Mauk (Desa Takirin), Gabriel Asi (Kelurahan Fatubenao), Kornelis Koli (Kabupaten Malaka) dan Trifonia Soi Talo (Desa Kewar).

Selain beberapa orang luar desa tetsebut ada dua orang warga desa yang tidak ikut memberikan hak suara saat Pilkades namun terdata dan hak suara mereka terekap saat perhitungan suara. Dua warga dimaksud yaitu Petrus Bau Belis dan Maria Koe.

“Kami sudah sampaikan kepada tim dari Kabupaten saat turun ke desa untuk menindaklanjuti laporan kami pads 6 Desember lalu, tapi sampai hari ini belum ada tanggapan dari Kabupaten makanya siang ini kami datang untuk pertanyakan sejauhmana solusi yang diambil DPMD mengenai masalah Pilkades Maudemu,”ungkap Irene.

Pada aksi tersebut, massa menuntut Kepala DPMD Belu Januaria Nona Alo untuk segera membatalkan hasil Pilkades Muademu 5 Desember lalu dan menggelar Pilkades ulang beberapa waktu mendatang.

“Panitia Pilkades yang gagal melaksanakan tugasnya pada Pilkades 5 Desember lalu harus segera dibubarkan dan bentuk panitia baru untuk proses Pilkades ulang karena hasil Pilkades 5 Desember lalu cacat hukum atau tidak sah. Jika tuntutan kami tidak terlaksana maka kami akan demo besar besaran dan kami tidak akan tunduk kepada pemerintahan kepala desa yang dilantik,”tegas Irene.

Menurut Irene, Pilkades Maudemu 5 Desember lalu diikuti dua calon yaitu Kidnardus Bau dan Benyamin Bere. Pada pilkades tersebut, calon nomor urut satu meraih 397 suara, sedangkan calon nomor dua meraihb 379 suara.

“Masa… tanpa pleno perhitungan suara tingkat dusun langsung pleno tingkat desa.Sampai hari ini semua dokumen pleno tanpa tandatangan dari saksi calon nomor urut 2. Jadi baik secara administrasi maupun proses pelaksanaan Pilkades Maudemu semua tidak sah sehingga sangat kuat alassn kami untuk Pilkades ulang,” yegas Irene.

Sementara itu, Kepala DPMD Belu Januaria Nona Alo yang akan dikonfirmasi wartawan terkait kasus ini cenderung menghindar. Sejumlah awak media yang berusaha menemui Nona Alo untuk mengkonfirmasi kasus ini di ruang kerjanya kemarin siang gagal menemui. Melalui sejumlah staf pegawai DPMD Belu, orang nomor satu di lingkungan DPMD Belu ini beralasan sedang keluar kantor mencari makan siang. Tidak hanya itu ketika wartawan berusaha konfirmasi via handphone selularnya pun gagal padahal nada deringnya tersambung normal. SMS pun tidak ada balasan hingga berita ini diturunkan. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top