HEADLINE

Bupati Malaka Lepas Perdana Pengiriman Kayu Jati Putih Milik PT. Timor Mitraniaga

Gunting pita dalam pelepasan perdana kayu jati putih.

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, secara resmi melapas perdana kayu jati putih/gmolena untuk dikirim ke Kupang, Kamis (11/1). Kayu jati putih itu dikeolah oleh PT. Timor Mitraniaga di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Malaka.

Bupati Malaka dalam sambutan dalam acara pelepasan perdana Kayu Jati Putih/Gmolena olahan tersebut mengatakan, atas nama
pemerintah dan masyarakat mengucapkan limpah terima kasih kepada Direktur Utama PT. Timor Mitraniaga atas ketabahannya dalam mengembangkan tanaman kayu jati putih ini.

Stefanus menambahkan, jajaran perusahaan itu sudah sangat pengelaman dalam bidang perkebunan, pertanian dan kehutanan dan jam terbangnya sudah sangat tinggi.

“Saya senang sekali hari ini kita bisa berkumpul disini untuk bisa melepaskan peluncuran perdana hasil kehutanan yang ada disini, untuk bisa dipasarkan,” paparnya.

Stefanus melanjutkan peristiwa ini sangat luar biasa. Seorang pengusaha itu tidak mau menginventasikan uangnya kalau tidak cepat menghasilkan uang. Tapi PT. Timor Mitraniaga pimpinan Pak Hengky, mengembangkan pohon yang jangka waktunya yang panjang. “Ini butuh kesabaran,” tuturnya.

“Pak Hengky Direktur Utama PT. Timor Mitraniaga ini teman saya waktu masih tugas di Sumba. Jika beliau datang di kantor atau ketemu dimana saja kami diskusi panjang, karena saya lihat beliau ini memiliki pandangan jauh kedepan,” ungkapnya master jebolan Boston University itu.

Dilanjutkan, pohon jati putih sebanyak 125.000 itu, jika diuangkan dengan harga satuan, tentunya pemasukan sangat luar biasa.

Hutan ini banyak sekali efek positifnya selain untuk ajarkan kepada rakyat betapa pentingnya penghijauan, juga mengajarkan kepada masyarakat harus sabar.
“Luar biasa. Hanya kata luar biasa yang patut saya sampaikan kepada pa Hengky,” timpalnya.

Uahasa begini imbuhnya, tidak gampang dan butuh kesabaran penuh. Ini bukti bahwa tanah Malaka adalah tanah subur.

“Saya lihat rakyat kita ini paling cocok tanan ini pohon, cape pertama tanam saja setelah itu dia tumbu sendiri cari makan sendri, cari air sendri, tunggu saja yang penting jaga supaya jangan kebakaran itu saja,” jelas mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT itu.

Stef Bria Seran mengajak masyarakat untuk melihat sendiri hasil dari kerja keras ini. Ini sebuah pelajaran buat semua masyarakat. “Sebenarnya pak Hengky tidak datang untuk ajarkan bisnis toko dan jual-jualan, tapi dia datang mengajarkan kita untuk tanam pohon untuk menghasilkan uang. Ini uangnya banyak, jadi berita tahu anak-anak kita untuk bisa melihat cara kerjanya supaya kita bisa memiliki pohon juga, di kebun juga harus ditanamkan pohon,” pungkas dia. (pisto)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top