HEADLINE

Dilaporkan, Kades Alas Utara Beri Klarifikasi di Kejari Belu ‎

Martina Seuk

BETUN, Kilastimor.com-Kepala Desa Alas Utara, Martina Seuk menegaskan siap memberikan klarifikasi kepada pihak kejaksaan terkait laporan dugaan penyelewengan dana desa tahun anggaran 2015, 2016 dan 2017 yang diadukan warganya beberapa waktu lalu.
Tanpa menunggu surat panggilan dari kejaksaan, Kamis (25/1/2018) Martina berangkat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu guna memberikan klarifikasi.
Hal ini diungkapkan Martina kepada media ini di Betun sesaat sebelum berangkat menuju Atambua.

Dirinya mengaku tidak takut terhadap pengaduan warganya ke kejaksaan Belu. Ia siap mempertanggungjawabkan semua pengelolaan keuangan dana desa tiga tahun terakhir. Oleh sebab itu, tanpa menunggu surat panggilan dari kejaksaan ia berinisiatif memberikan klarifikasi ke pihak kejaksaan. 

“Saya hari ini mau ke Kejaksaan Negeri Belu untuk memberikan klarifikasi terkait pengaduan pengelolaan dana desa. Saya siap diperiksa dan memberikan semua data yang dibutuhkan untuk membuktikan jika laporan oknum warga alas utara tersebut tidak benar,” ungkapnya dengan nada lantang.

Terhadap pengaduan warganya, Kades Martina mengaku tidak kaget. Dirinya mengaku sebelum adanya laporan tersebut, dirinya menerima banyak ancaman dari oknum tak dikenal. Selain mengancam akan melaporkannya ke pihak kejaksaan, oknum tersebut juga memaki dirinya. 

“Ada pria yang tidak saya kenal sudah jauh hari sebelum adanya laporan tersebut yang sering menelpon saya untuk memaki dan mengancam saya. Saya hanya bilang kamu punya mama dan saudari sama seperti saya. Jadi tidak pantas kamu memaki saya seperti itu,” tuturnya.

Setelah warga membuat pengaduan ke kejaksaan negeri Belu lanjut Martina, ia menerima banyak telepon dari nomor baru yang mengaku dari pihak kejaksaan Belu dan meminta sejumlah uang. Namun, dirinya menolak untuk memberikan uang yang diminta karena merasa tidak bersalah. Ia menegaskan, siap membuktikan jika pengaduan terhadap dirinya tidak benar.

“Kemarin ada dua nomor baru yang menelpon saya mengaku sebagai kasi Intel Kejaksaan Belu dan Kepala Kejaksaan Negeri Belu. ‎Yang mengaku Kepala kejaksaan Belu, meminta saya uang Rp 30 juta, katanya mau diberikan kepada tamunya yang datang dari Jawa. Tetapi saya tidak kasih. Saya pakai alasan tidak ada uang sebanyak itu. Saya berpikir ini orang hanya mau peras saya,” ujarnya dengan nada kesal.

Ketika disinggung terkait proyek rehab rumah dan MCK yang diadukan warga karena dinilai terjadi penyimpangan, Martina mengatakan, bisa mempertanggungjawabkan dua program desa tersebut. Ia mengaku, dua program tersebut sudah dikonsultasikan ke Dinas PU Malaka sebelum dilakukan eksekusi. Bahkan, untuk gambar dan menghitungkan pagu anggaran dua program tahun 2017 tersebut, pihak desa dibantu oleh Dinas PU.

“Kalau ada oknum yang bilang pagunya terlalu besar silakan tanyakan saja ke dinas PU karena mereka mendampingi kita untuk dua program tersebut. Bahkan gambar MCK saja mereka yang gambar. Fisik di lapangan ada, pertanggungjawaban administrasi dan keuangan ada kenapa saya harus takut. Untuk rehab rumah, uangnya masih ada 80-an juta karena program tersebut belum selesai dan sedang kita lanjutkan,” tegasnya. (adhi teiseran)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top