HEADLINE

Kades Bone Tasea Minta Maaf di Panwaslu Malaka

Kades Bone Tasea meminta maaf di Panwaslu Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Kepala Desa Bone Tasea, Edmundus Nahak, Sabtu (13/1/2018) mendatangi kantor Panwaslu Kabupaten Malaka.

Kedatangan Kades Edmundus guna meminta maaf secara resmi kepada lembaga Bawaslu Pusat, Bawaslu NTT dan Panwaslu Kabupaten Malaka, atas tindakan kekerasan yang dilakukannya kepada anggota Panwascam Weliman, Adrianus Manek beberapa Kamis (11/1).

Kedatangan Kades Edmundus diterima oleh juru bicara Panwaslu Kabupaten Malaka, Jhon Seran Suri di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan tersebut, Edmundus mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada Bawaslu pusat, Bawaslu NTT dan Panwaslu Kabupaten Malaka atas tindakan kekerasan yang dilakukannya.

Dalam kesempatan itu pula, Edmundus menyampaikan niat hatinya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Saya akui saya salah sudah intervensi pekerjaan teman-teman Panwascam dan sudah melakukan tindakan kekerasan kepada anggota Panwascam Weliman, Adrianus Manek. Saya sadar saya salah, oleh sebab itu saya datang untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada lembaga Bawaslu mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat Kabupaten Malaka,” ujarnya.

Pasca kejadian tersebut lanjut Kades Edmundus, dirinya menjamin Panwascam Weliman dan PPL bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai lembaga pengawas pemilu tanpa ada gangguan.

Ia juga menyatakan diri siap berpartisipasi dan mendukung dalam membantu pelaksanaan tugas Panwascam.

“Saya jamin teman-teman Panwascam bisa melaksanakan tugasnya tanpa ada gangguan. Sebagai kepala desa saya siap mendukung dan membantu pelaksanaan tugas Panwascam di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara Panwaslu Kabupaten Malaka, Jhon suri memberikan ‎apresiasi atas etiket baik yang ditunjukan kepala desa Bone Tasea, Edmundus Nahak dengan meminta maaf dan mengakui kesalahannya.
Namun, untuk saat ini pihaknya menghormati proses hukum yang masih berjalan.

Dirinya akan melakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi NTT terkait hal ini dan meminta petunjuk dari Bawaslu NTT.
“Apakah masalah ini tetap lanjut di jalur hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan saya tidak bisa menjawab saat ini. Kita masih harus melakukan koordinasi dengan Bawaslu NTT dan meminta petunjuk,” tutur Jhon.

Untuk diketahui, Kepala Desa Bone Tasea, Kecamatan Weliman, Edmundus Nahak dipolisikan anggota Panwascam Weliman, Adrianus Manek karena melakukan penganiayaan. Edmundus dilaporkan usai memukul Adrianus menggunakan kursi plastik yang mengenai bagian siku tangan korban. (pisto)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top