HEADLINE

Nasib Pasukan Kuning Belu Berpindah ke Dinas Lingkungan Hidup

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan Nomor 23 Tahun 2014, maka segala urusan persampahan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, pada apel awal tahun yang diadakan di Lapangan Kantor Bupati Belu, diadakan penyerahan Satgas Kebersihan atau yang akrab dikenal Pasukan Kuning dari Dinas PU Kabupaten Belu ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu, Senin (08/01/2018).

“Untuk penandatanganan dokumen resminya baru akan diadakan setelah Kepala Dinas PU pulang dari perjalanan dinasnya”. Demikian ujar Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Belu, Yohaneta Mesak.

Berdasarkan hal tersebut, maka pasukan kuning saat ini telah dialihkan dari Dinas PU ke Bidang Pengolahan Sampah Lingkungan Hidup.

Wanita paruh baya yang akrab disapa Eta itu menjelaskan bahwa sesuai dengan aspek lingkungan, maka paradigma tentang sampah harus dirubah oleh masyarakat. Yang dimaksud dengan paradigma sampah yaitu, dari pola konvensional terkait mengangkut dan membuang sampah menjadi pemilahan sampah dari sumbernya.

Tujuannya pemilahan sampah tersebut agar samapah yang masih bisa didaur ulang akan didaur ulang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Dengan demikian, maka akan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA.

Dulunya, Dinas lingkungan hidup selalu mencari sampah untuk diolah, sedangkan Pasukan Kuning hanya ditugaskan untuk mengumpulkan dan membuang sampah tersebut. Karena itu, dengan masuknya pasukan kuning ke dinas lingkungan hidup, maka semua sampah akan diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna.

Baginya, sampah jangan hanya dinilai dari faktor pencemaran lingkungan saja, tapi harus dilihat juga faktor ekonominya juga. Dengan begitu, masyarakat pun dapat diberdayakan.

“Jadi ketika samapah itu dibakar, maka itu sama saja dengan kita membakar uang. Karena ketika sampah didaur ulang menjadi suatu produk yang baru, maka akan bisa menambah pendapatan masyarakat. Jadi jangan pernah melihat sampah sebagai sesuatu yang jorok, karena dibalik sampah itu, ada nilai ekonomisnya,” pintanya.

Dengan dialihkannya pasukan kuning ke Dinas Lingkungan Hidup, Eta Mesak menegaskan bahwa mereka akan bekerja sama secara maksimal dengan menata dan mengelolah sampah dengan dukungan dari para pasukan kuning yang jumlahnya 168 orang tersebut. Dengan demikian akan semakin memudahkan kerja dari Dinas Lingkngan Hidup untuk mengelolah sampah. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top