HEADLINE

Tujuh Orang Ditahan dalam Kasus Pengeroyokan Anggota Polisi. Kapolres Belu: Dua Orang Buron

AKBP Yandri Irsan

BETUN, Kilastimor.com-Briptu Dagles anggota Polres Belu menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal di Desa Kapitanmeo, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Jumat (29/12/2017) sore.
Sebelum dikeroyok, korban sempat dimintai uang untuk membeli miras.

Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan Ketika dikonfirmasi media ini via telpon selulernya menjelaskan, dari hasil penyelidikan telah ditetapkan 7 (tujuh) orang sebagai tersangka dan langsung ditahan, sedangkan dua orang lainnya masih dalam proses pencarian karena melarikan diri.

Ia meminta dua orang yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk bersikap kooperatif dengan menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Sudah ada 7 orang yang kita tahan dan dua orang lainnya masih kita buru. Kita sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan teman-teman dari TNI guna memburu para pelaku yang belum diamankan. Kita menghimbau agar para pelaku mau menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ungkapnya.

Terkait kronologis kejadian lanjut Yandri, kejadian pengeroyokan tersebut bermula ketika korban hendak mengunjungi keluarganya di Malaka. Saat dalam perjalanan, korban dipalang oleh para pelaku. Para pelaku lalu meminta uang kepada korban, namun korban tidak mau memberi dengan alasan tidak ada uang. Mendengar jawaban korban, para pelaku hendak menyerang korban.

“Para pelaku mau memalak korban untuk membeli miras namun korban tidak mau memberi dengan alasan tidak ada uang. Hal inilah yang membuat para pelaku naik pitam dan mau mengeroyok korban,” jelas Yandri. 

Melihat pelaku yang hendak memukulinya, lanjut Yandri, korban langsung spontan meminta maaf kepada para pelaku menggunakan bahasa dawan. Mendengar permohonan maaf korban, para pelaku membiarkan korban pergi melanjutkan perjalanannya. 
Saat korban melanjutkan perjalanannya, para pelaku membuntuti korban dari belakang. Sesampainya di tempat yang agak sepi, para pelaku langsung menghentikan korban dan menyerang korban dengan senjata tajam (pisau). Saat salah satu pelaku hendak menikam korban, secara spontan korban mengambil pistol dan menembak pelaku dan mengenai lengannya. 

“Usai korban menembak salah satu pelaku, langsung para pelaku lainnya mengeroyok korban hingga babak belur. Beruntung ada warga yang datang dan mengamankan korban di rumahnya sebelum dibawa ke rumah sakit Atambua. Dari hasil pengembangan diketahui adanya unsur keterlibatan anggota Satpol PP Malaka dalam aksi pengeroyokan tersebut,” tuturnya.‎ (adhi)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top